Satu Kambing untuk Qurban Banyak Orang itu Salah!

Posted by
54
views

Akhir-akhir ini muncul fatwa hukum baru yang menyalahkan hukum  qurban yang sudah dipopulerkan para ulama puluhan tahun: satu kambing untuk 1 orang, sapi untuk 7 orang, onta untuk 7 orang.

Banyak situs islam terkenal yang memuat itu. Bahkan yang sempat saya lihat videonya, yaitu fatwa dari ustadz Khalid Basalamah. Beliau dengan pedenya memfatwakan 1 kambing bisa untuk banyak orang dengan dalil ( hanya satu) hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah RA ini:

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَبَحَ كَبْشًا وَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْ مُحَمَّدٍ وَآلِ مُحَمَّدٍ وَمِنْ أُمَّةِ مُحَمَّدٍ ثُمَّ ضَحَّى بِهِ

Nabi SAW menyembelih seekor kambing kibash dan membaca,”Bismillah, Ya Allah, terimalah dari Muhammad, keluarga Muhammad dan umat Muhammad”. Kemudian beliau berqurban dengannya. (HR. Muslim)

Benarkah begitu? Mari kita kaji (hanya sebagian) hadits-hadits lainnya berikut ini:

روى مسلم (1318) عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما قَالَ : نَحَرْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَامَ الْحُدَيْبِيَةِ الْبَدَنَةَ عَنْ سَبْعَةٍ ، وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ .

Diriwayatkan dari imam Muslim, dari Jabir bin Abdillah RA. Beliau berkata: Di tahun Hudaibiah, Kami bersama Rasululloh menyembelih onta badanah sebagai qurban untuk 7 orang, dan sapi juga qurban untuk 7 orang.

وفي رواية : عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ : حَجَجْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَنَحَرْنَا الْبَعِيرَ عَنْ سَبْعَةٍ ، وَالْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ .

Dan dalam sebuah riwayat: Dari Jabir bin Abdillah, Beliau berkata: Kami berhaji bersama Rasululloh Saw, kemudian kami menyembelih onta ba’ir untuk 7 orang, dan sapi untuk 7 orang.

وروى أبو داود (2808) عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ( الْبَقَرَةُ عَنْ سَبْعَةٍ ، وَالْجَزُورُ – أي : البعير – عَنْ سَبْعَةٍ ) . صححه الألباني في صحيح أبي داود .

Abu Daud meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah bahwa Rasululloh Saw bersabda: sapi untuk 7 orang, dan jazur, yaitu onta ba’ir untuk 7 orang. Ditashih oleh Al Albany dalam shahih Abi Daud.

امر رسُولُ اللَّهِ  أَنْ نَشْتَرِكَ فِي الإِبِلِ وَالْبَقَرِ كُلُّ سَبْعَةٍ مِنَّا فِي بَدَنَةٍ

Rasulullah SAW memerintahkan kami untuk bersekutu pada unta dan sapi, setiap tujuh orang satu hewan.(HR. Muslim)

كُنَّا نَتَمَتَّعُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ  فَنَذْبَحُ الْبَقَرَةَ عَنْ سَبْعَةٍ نَشْتَرِكُ فِيهَا

Kami melakukan haji tamattu’ bersama Rasulullah SAW. Kami menyembelih sapi untuk tujuh orang dimana kami saling bersekutu pada hewan itu. (HR. Muslim)

Hadits-hadits di atas dan banyak riwayat shahih lainnya tegas menerangkan bahwa sapi dan sejenisnya atau onta dan sejenisnya bisa untuk gabungan kurban 7 orang.

Sedangkan kambing dan sejenisnya tidak ada keterangan yang membolehkannya untuk lebih dari 1 orang.

Sebab itulah para ulama dari dulu menegaskan bahwa seekor kambing tidak boleh untuk qurban lebih dari satu orang.  Agar tak rancu antara hadiah pahala dan ketentuan hukum yang pasti. 

Terbukti, sekarang muncul “ulama” yang membuat hukum kurban menjadi rancu, dan membuat ummat yang awam jadi ceroboh. Jangan-jangan ke depan banyak yang benar-benar ber-qurban kambing satu untuk sekeluarga. Padahal itu tidak sah!

Mari kita lanjutkan menelaah pendapat para ulama (yang benar-benar ulama) tentang hal ini:

قال النووي في “شرح مسلم” :

” فِي هَذِهِ الأَحَادِيث دَلالَة لِجَوَازِ الِاشْتِرَاك فِي الْهَدْي , وَأَجْمَعُوا عَلَى أَنَّ الشَّاة لا يَجُوز الاشْتِرَاك فِيهَا . وَفِي هَذِهِ الأَحَادِيث أَنَّ الْبَدَنَة تُجْزِئ عَنْ سَبْعَة , وَالْبَقَرَة عَنْ سَبْعَة , وَتَقُوم كُلّ وَاحِدَة مَقَام سَبْع شِيَاه  ” انتهى باختصار .

Annawawy mengatakan begini dalam syarh muslim:

Dalam hadits-hadits ini menunjukkan bolehnya bersekutu (bergabung) dalam hewan sembelihan. Namun, para ulama bersepakat bahwa kambing tidak boleh jadi gabungan qurban beberapa orang. Dalam hadits tersebut satu onta bisa untuk gabungan 7 orang, begitu juga satu sapi. Jadi masing-masing dianggap seperti 7 kambing.

وسئلت اللجنة الدائمة عن الاشتراك في الأضحية ، فأجابت :

” تجزئ البدنة والبقرة عن سبعة ، سواء كانوا من أهل بيت واحد أو من بيوت متفرقين ، وسواء كان بينهم قرابة أو لا ؛ لأن النبي صلى الله عليه وسلم أذن للصحابة في الاشتراك في البدنة والبقرة كل سبعة في واحدة ، ولم يفصل ذلك ” انتهى .

“فتاوى اللجنة الدائمة” (11/401) .

Lajnah Da’imah (The Permanent Committee for Scholarly Research and Ifta also the General Presidency of Scholarly Research and Ifta), sebuah lembaga fatwa yang dibentuk pemerintah Saudi Arabia, pernah ditanya tentang persekutuan / gabungan dalam hewan qurban ini, mereka menjawab:

Onta dan sapi mencukupi untuk qurban 7 orang, baik serumah atau tidak, baik ada hubungan kerabat atau tidak, karena Nabi Saw mengizinkan para sahabat untuk bersekutu dalam qurban untuk setiap 7 orang 1 sapi atau 1 onta.

وقال الشيخ ابن عثيمين في “أحكام الأضحية” :

” وتجزئ الواحدة من الغنم عن الشخص الواحد ، ويجزئ سُبْع البعير أو البقرة عماتجزئ عنه الواحدة من الغنم ” انتهى

Syekh Utsaimin telah berfatwa dalam “Ahkamul Udhkhiyyah”:

Cukuplah satu kambing untuk satu orang, dan onta atau sapi sepertujuhnya sebanding dengan satu kambing.

Lalu bagaimana dengan hadits yang dijadikan hujjah ustadz Khalid Basalamah itu?

Perlu diingat, jangan dianggap para ulama terdahulu tidak tahu hadits itu. Para ulama madzhab yang 4 itu sudah mengkaji hadits ini bersama hadits-hadits lain tentang qurban.

Dan mereka sepakat pada satu kesimpulan: hadits itu menunjukkan bahwa satu kambing qurban tetap untuk satu orang, namun pahalanya bisa dihadiahkan untuk banyak orang.

Zakaria Al Anshori, seorang ulama besar dalam mazhab Asy-Syafi’i menegaskan di dalam kitabnya Asna Al-Mathalib.

الشاة تجزئ عن واحد فإن ذبحها عنه وعن أهله أو عنه وأشرك غيره في ثوابها جاز

Seekor kambing hanya cukup untuk qurban satu orang. Bila dia menyembelihnya untuk keluarganya atau orang lain dan bersekutu dalam pahalanya maka hukumnya dibolehkan.

Udah jelas kan? Jadi jangan mengada-adakan hukum baru. Jangan mencari-cari celah hukum yang sudah baku agar dianggap lebih pintar.

Lebih mengherankan lagi, ada yang membedakan “oleh” dan “untuk” dalam masalah qurban ini. Oleh hanya 1, untuk bisa banyak. Ya itu sama saja to? Malah hukum yang harusnya mudah, dibuat keterangan “mbulet” agar semua jadi benar.

Jadi jangan sembrono, yang baku dan benar adalah qurban 1 kambing untuk 1 orang, sapi atau onta 7 orang. Tak usah diutak-atik lagi!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *