Persekusi, FPI dan Habib Rizieq Shihab

Posted by
527
views

Persekusi, sebuah istilah yang tiba-tiba ngetren akhir-akhir ini. Panganan opo jane persekusi?

Menurut wikipedia, Persekusi (bahasa Inggris: persecution) adalah perlakuan buruk atau penganiyaan secara sistematis oleh individu atau kelompok terhadap individu atau kelompok lain, khususnya karena suku, agama, atau pandangan politik. Persekusi adalah salah satu jenis kejahatan kemanusiaan yang didefinisikan di dalam Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional. Timbulnya penderitaan, pelecehan, penahanan, ketakutan, dan berbagai faktor lain dapat menjadi indikator munculnya persekusi, tetapi hanya penderitaan yang cukup berat yang dapat dikelompokkan sebagai persekusi.

Menariknya, istilah persekusi populer karena aksi dari Front Pembela Islam (FPI) yang membela ulama besar mereka, Habib Rizieq Shihab (HRS). Yang tercatat menjadi perhatian secara nasional adalah persekusi seorang bocah di Cipinang Muara, Jakarta Timur dan  persekusi dengan korban dokter Fiera Lovita di Solok Kota, Sumatera Barat. Bahkan kejadian ini membuat AKBP Susmelawati Rosya terpaksa dicopot dari jabatan Kepala Polres Solok Kota. Kedua kejadian persekusi ini sama-sama dipicu oleh status keduanya di media sosial, yang dianggap menghina imam besar FPI, HRS, sehingga menimbulkan kemarahan dari anggota ormas  FPI.

Kita tahu, FPI adalah ormas yang didalamnya juga banyak santri-santri yang bergabung. Sosok HRS juga adalah habib (keturunan Nabi tercinta kita Muhammad Saw) yang wajib juga kita hormati dan kita sayangi. Di sisi lain, banyak juga santri pendukung Joko Widodo dan juga Ahok yang baru saja kalah di pilkada DKI dan dipenjara 2 tahun karena kasus penistaan agama yang dituduhkan kepadanya. Bukan rahasia lagi, opini media dan publik selalu menempatkan Jokowi dan Ahok di satu sisi sedangkan FPI, HTI dan kelompoknya di sisi berseberangan.

Jadi dimana-mana ada santri. Pelindung utama korban persekusi juga adalah Banser dan Ansor yang sedang naik daun (ulet kali eh?). Banser dan Ansor adalah sayap pemuda NU yang isinya jelas santri semua. Jadi dimana sebenarnya posisi santri? Apakah para santri terbelah?

Bisa iya, bisa tidak! Santri yang cukup “waras” akan dengan mudah mengidentifikasi gonjang-ganjing di negeri kita ini sebagai urusan politik. Jadi buat apa diributkan? Bagi yang tidak suka HRS, mencaci maki orang yang lebih tua, apalagi seorang keturunan dari nabi Muhammad bukanlah akhlak seorang santri. Apalagi sampai ada yang meragukan ke”habibaban” beliau. Ingatlah, kita hanya menyikapi sesuatu yang terlihat, biarlah yang tersembunyi urusan Alloh. Habib Rizieq adalah keturunan Nabi Saw sampai ada dalil (bukti) shahih yang menyatakan sebaliknya.

Bagi anggota FPI, ataupun pengagum HRS, mengintimidasi apalagi memerkusi (kok kalimatnya aneh ya? heh) seseorang yang menghina HRS juga bukan akhlak santri. Beliau memang kita akui sebagai keturunan Nabi, yang kita hormati, sekaligus kita cintai. Tapi ingat, beliau adalah manusia biasa yang tak mungkin luput dari salah dan alpa.

Kasus yang menjerat beliau biarlah diselesaikan secara hukum. Biarlah nanti dibuktikan di depan hukum apakah beliau bersalah atau tidak. Tindakan persekusi FPI justru makin memperburuk citra FPI dan HRS. Jadi berhati-hatilah saudaraku!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *