Negative Campaign atau Black Campaign? Keduanya Dosa!

Posted by
12
views

Saya sempat ditanya seorang teman. Yang dibolehkan itu negative atau black campaign? Saya bilang dua-duanya gak boleh. Menurut Islam. Menurut KPU negative campaign boleh. Black campaign tidak boleh.

Lalu apa bedanya? Hadits berikut cukup lah untuk menjelaskan definisi 2 kosa kata dalam pemilu itu:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَتَدْرُونَ مَا الْغِيبَةُ قَالُوا اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَعْلَمُ قَالَ ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا يَكْرَهُ قِيلَ أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُولُ قَالَ إِنْ كَانَ فِيهِ مَا تَقُولُ فَقَدْ اغْتَبْتَهُ وَإِنْ لَمْ يَكُنْ فِيهِ فَقَدْ بَهَتَّهُ (رواه مسلم)

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya. (HR. Muslim)

Jadi kalau kita membicarakan seseorang melakukan ini atau itu, punya ini atau itu, yang buruk. Bila dia mendengar itu, dia benci itu. Itulah ghibah. Atau negative campaign. Itu kalau sesuai kenyataan. Kalau tidak sesuai kenyataan? Itu namanya dusta, fitnah atau black campaign.

Kalau untuk membongkar kebobrokan pemimpin? Ya sama saja. Kenapa tidak pake filosofi memperpendek garis? Pernah dengar?

Dalam suatu cerita, seorang guru menggambar sebuah garis panjang di papan tulis. Dipanggilnya murid-murid ke depan kelas, dengan satu tugas: buatlah garis itu lebih pendek. Seorang murid maju. Menghapus bagian kecil dari garis itu. Sang guru bilang: salah! Sampai beberapa murid masih melakukan hal yang sama. Walaupun sudah disalahkan oleh gurunya. Sampailah kepada seorang murid. Yang dengan percaya diri menggambar satu garis lagi yang lebih panjang dari garis pertama. Sang guru pun tersenyum.

Untuk memperpendek sebuah garis, cukuplah membuat garis di dekatnya. Yang lebih panjang.

Untuk mengalahkan seorang calon, cukuplah Anda paparkan kelebihan-kelebihan calon Anda. Tak usah mengorek keburukan calon pesaing. Karena itu lebih aman, beradab dan yang lebih penting: menghindarkan kita dari ghibah dan fitnah.

Setuju?

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *