Janji Yang Tak (mungkin) Ditepati

Posted by
20
views

Menebar janji lumrah dilakukan politisi manapun. Tujuannya ya biar dipilih. Jadi tidak ada yang aneh dengan janji politisi. Kata orang, janji politisi itu seperti pil KB. Kok bisa? Bisa, tapi ada bedanya dikit. Kalau pil KB lupa, jadi. Kalau politisi jadi, lupa.

Tapi sebiasa-biasanya politisi ingkar janji, biasanya janjinya sesuatu yang mungkin ditepati. Setidaknya masuk akal, tak melanggar peraturan, dan mungkin dilakukan. Walaupun itu tadi, kalau sudah jadi, lupa.

Makanya saya merasa aneh dengan janji salah satu partai Islam ini. Janji mereka diblow up sedemikian rupa. Dari poster dan spanduk di dunia nyata, sampai meme di dunia maya.

Padahal isinya absurd dan tak mungkin dilakukan: menghapus pajak sepeda motor. Kalau janji satunya, menurut saya masih bisalah dilakukan: SIM seumur hidup.

Padahal mengubah regulasi pajak ini memerlukan pengkajian yang matang. Tak bisa cuma ekonomi. Apalagi, soal pajak dan SIM berdampak pada keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.

Polri, sebagai instansi terkait pun sudah mempertanyakan janji PKS ini. Intinya pelaksanaannya akan sangat sulit dilakukan. Apalagi PKS adalah partai politik yang cuma bisa berkuasa di legislatif.

Bila nanti eksekutif menolak usulan PKS ini, memangnya masih mungkin dilakukan? Tentu tidak mungkin. Terlalu jauh lompatan logikanya.

Sebenarnya, janji PKS ini akan lebih masuk akal bila diucapkan oleh capres yang diusung: Prabowo. Pun begitu, Prabowo tak menyambut usulan PKS ini, karena dia tahu itu tak mungkin, rumit dan menyulitkan.

Negara ini butuh uang untuk pembangunan, yang selama ini ditambal pakai hutang. Jadi melepaskan sumber penghasilan yang nyata ada di depan mata adalah tindakan bodoh.

Harusnya orang-orang PKS itu membaca firman Allah Swt berikut ini:

إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولا

“Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya” (QS. Al Isra’ 34).

Juga sabda Nabi Saw berikut:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلاثٌ : إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ , وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ , وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Artinya: “Tanda orang munafik itu ada tiga: apabila berbicara ia dusta, apabila janji ia salahi, apabila diberi amanah ia khianat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Juga yang ini:

, مَنْ أَخْفَرَ مُسْلِمًا ، فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ، لاَ يُقْبَلُ مِنْهُ صَرْفٌ وَلا عَدْلٌ ( رواه البخاري، رقم 1870 و مسلم، رقم 1370)

“Barangsiapa yang tidak menepati janji seorang muslim, maka dia mendapat laknat Allah, malaikat, dan seluruh manusia. Tidak diterima darinya taubat dan tebusan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Jadi, sebaiknya tak usah berjanji bila tak yakin bisa menepatinya. Orang bijak selalu menepati janji, tapi orang paling bijak adalah yang berhati-hati sebelum berjanji.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *