Hak Suami Terhadap Istri

Posted by
24
views

Pernikahan raja Thailand Vajiralonkorn dengan istri ketiganya Suthida Tidjai membetot perhatian dunia. Dalam salah satu upacaranya, sang istri sampai ndlosor (meminjam istilah Disway.id) di depan suaminya. Sepertinya memberi kesan superioritas sang suami di hadapan istrinya. Itu budaya Thailand. Yang bersumber dari ajaran Buddha.

Tapi apakah sebegitu tinggi derajat sang suami dibanding sang istri? Ketaatan istri kepada suami adalah ketaatan absolut? Bagaimana menurut Islam?

Beberapa waktu lalu beredar vidio wawancara seorang ulama ( nah kan, ulama kok seorang) yang membolehkan suami memaksa istrinya berhubungan badan. Karena melayani suami adalah kewajiban istri. Walaupun terjadi perdebatan di vidio ini, tak ada kesimpulan jelas, karena partner debat sang ulama adalah politisi.

Mungkin, sang ulama hanya mengacu kepada dhahir hadits berikut ini:

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ ِلأَحَدٍ َلأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” Hadits hasan shahih, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi.

Juga yang ini:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِىءَ (فَبَاتَ غَضْبَانَ عَلَيْهَا) لَعَنَتْهَا الْمَلاَئِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ

“Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk jima’/bersetubuh) dan si isteri menolaknya [sehingga (membuat) suaminya murka], maka si isteri akan dilaknat oleh Malaikat hingga (waktu) Shubuh.” HR Al Bukhari.

Hadits-hadits di atas menegaskan seorang istri harus taat kepada suaminya. Bahkan soal kebutuhan biologis, bila istri menolak ajakan suami, maka dia dilaknat malaikat.

Lalu apakah memang suami boleh memaksa istrinya?

Islam mengatur hubungan antara suami dan istri ini dalam pola yang adil. Namun fitrah laki-laki memang mempunyai kelebihan dibanding perempuan, secara fisik maupun mental.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Laki-laki (suami) itu pelindung bagi perempuan (isteri), karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dan hartanya.” [An-Nisaa’ : 34]

Ayat berikut menegaskan keberimbangan itu. Hak dan kewajiban.

وَلَهُنَّ مِثْلُ الَّذِي عَلَيْهِنَّ بِالْمَعْرُوفِ ۚ وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ ۗ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

“Dan mereka (para wanita) memiliki hak seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang pantas. Tetapi para suami mempunyai kelebihan di atas mereka. Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.” [Al-Baqarah : 228]

Jadi seorang suami tak bisa semena-mena memaksa istrinya. Memang seorang istri haram menolak ajakan berhubungan badan suami. Tapi seorang suami juga wajib menjaga perasaan istri. Bangkitkan dulu mood istri, tak asal paksa.

Hubungan antara suami dan istri adalah hubungan yang seimbang dan setara. Walaupun, seorang istri berkewajiban mentaati suaminya. Dalam batas yang wajar dan tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Wallahu’a’lam

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *