Berhenti makan sebelum kenyang

Posted by
11
views

Ada satu kebiasaan saya yang buat sebagian orang dianggap berat. Padahal sepele: Berhenti makan sebelum kenyang.

Kenapa? Perut kita itu kan isinya 3 hal: makanan, air, udara. Kalau makan sudah kenyang, ditambah minum, kenyang banget alias kekenyangan. Akibatnya udara sedikit, metabolisme terhambat, organ tubuh terganggu. Sesuai isi hadits ini:

ما ملأ آدميٌّ وعاءً شرًّا من بطن، بحسب ابن آدم أكلات يُقمن صلبَه، فإن كان لا محالة، فثُلثٌ لطعامه، وثلثٌ لشرابه، وثلثٌ لنفَسِه

Ada satu benda yang bila diisi penuh menjadi sangat buruk, yaitu perut. Hendaklah anak Adam makan hanya untuk menegakkan tulang rusuknya. Bila lebih dari itu harus diingat, perut itu sepertiganya untuk makanan, sepertiga minuman, sepertiga untuk udara/nafas.

Kebiasaan berhenti makan sebelum kenyang mengeliminir sebagian besar masalah kesehatan. Ada satu hadits atau dianggap hadits yang jadi pegangan dalam masalah ini. Hadits ini sebenarnya lemah dari sisi sanadnya. Namun matan (isinya) dianggap sebagai shahih oleh para ulama. Isinya begini:

نحن قوم لا نأكل حتى نجوع وإذا أكلنا لا نشبع

Kita (muslim) adalah kaum yang tidak makan kecuali lapar, dan bila makan, tak sampai kenyang.

Tapi ya seperti semua hal baik, perlu pembiasaan. Saya juga begitu. Tantangan terberat, bila ketemu makanan favorit. Main embat sampai kekenyangan jadi hal biasa. Padahal kalau sudah kekenyangan nyesel juga.

Akibatnya ngerjain apa saja malas. Enaknya tidur. Ini sumber penyakit lagi, habis makan tidur. Sudahlah penyakitan, produktifitas menurun. Klop!

Mari biasakan makan setengah kenyang, badan sehat, beraspun irit. Kalau irit tabungan jadi bengkak resikonya lain lagi: sehat, kaya, sejahtera. Diet? Tak perlu pun!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *