Today

7 Pedoman Pembinaan Keluarga Sakinah

Santri.ID

Keluarga merupakan institusi terkecil dalam kehidupan manusia, namun memiliki peran paling besar dalam membentuk kepribadian, nilai moral, dan spiritual seseorang. Dalam Islam, keluarga bukan sekadar ikatan lahir antara suami, istri, dan anak, tetapi juga ikatan ruhani yang berlandaskan keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Salah satu tujuan utama dalam membina keluarga adalah terwujudnya keluarga sakinah, yaitu keluarga yang penuh ketenangan, kasih sayang, dan keberkahan.

Artikel ini akan mengulas secara mendalam tentang pedoman pembinaan keluarga sakinah, baik dari segi konsep, landasan syar’i, hingga langkah-langkah praktis dalam penerapannya di kehidupan sehari-hari.

Pengertian Keluarga Sakinah

Secara bahasa, kata sakinah berasal dari bahasa Arab “سَكِينَة” yang berarti ketenangan, kedamaian, dan ketentraman. Dalam konteks keluarga, sakinah merujuk pada kondisi rumah tangga yang harmonis, damai, dan jauh dari pertikaian.

Al-Qur’an menyebutkan tujuan pernikahan dalam firman Allah SWT:

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri supaya kamu cenderung dan merasa tenteram (sakinah) kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih (mawaddah) dan sayang (rahmah).” (QS. Ar-Rum: 21)

Ayat ini menjadi dasar bahwa tujuan utama pernikahan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, tetapi lebih dari itu — untuk menciptakan ketenangan dan cinta yang membawa keberkahan.

Tujuan Pembinaan Keluarga Sakinah

Pembinaan keluarga sakinah memiliki beberapa tujuan penting, antara lain:

  1. Membentuk keluarga yang beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.
  2. Menumbuhkan kasih sayang dan saling menghormati antara anggota keluarga.
  3. Menciptakan lingkungan yang mendidik, di mana nilai-nilai Islam menjadi pedoman hidup.
  4. Menumbuhkan tanggung jawab sosial, agar keluarga berperan aktif dalam masyarakat.
  5. Menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.

Dengan pembinaan yang terarah, keluarga sakinah dapat menjadi pondasi kuat bagi terbentuknya masyarakat madani yang berakhlak mulia.

Landasan Syariat Pembinaan Keluarga Sakinah

Islam telah memberikan panduan yang lengkap dalam membangun dan memelihara keluarga. Beberapa landasan pentingnya antara lain:

  1. Al-Qur’an dan As-Sunnah
    Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW menjadi pedoman utama dalam mengatur kehidupan keluarga, mulai dari pernikahan, hubungan suami istri, hingga pendidikan anak.
  2. Teladan Rasulullah SAW
    Rasulullah merupakan contoh sempurna dalam membina keluarga. Beliau adalah sosok suami yang penuh kasih, sabar, dan bertanggung jawab terhadap keluarganya.
  3. Peraturan dan kebijakan pemerintah
    Di Indonesia, pembinaan keluarga sakinah juga didukung oleh Kementerian Agama melalui program Bimbingan Keluarga Sakinah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai Islam dalam keluarga.

Prinsip-Prinsip Dasar Keluarga Sakinah

Untuk membentuk keluarga sakinah, ada beberapa prinsip dasar yang perlu dijaga oleh setiap pasangan:

  1. Tauhid sebagai fondasi utama
    Keluarga sakinah dimulai dari keyakinan yang kokoh kepada Allah SWT. Segala keputusan, perilaku, dan nilai yang dibangun dalam keluarga harus berlandaskan iman dan takwa.
  2. Tanggung jawab bersama
    Suami dan istri memiliki peran dan tanggung jawab yang berbeda, namun saling melengkapi. Suami bertugas sebagai pemimpin dan pelindung keluarga, sedangkan istri berperan sebagai pengatur rumah tangga dan pendidik anak-anak.
  3. Musyawarah dan komunikasi yang baik
    Rasulullah SAW mengajarkan agar setiap permasalahan diselesaikan dengan musyawarah dan penuh kesabaran. Komunikasi yang jujur dan terbuka menjadi kunci keharmonisan rumah tangga.
  4. Kesetiaan dan saling menghormati
    Sakinah tidak akan terwujud tanpa adanya rasa saling percaya dan menghormati. Suami dan istri harus menjaga kesetiaan, baik secara fisik maupun emosional.
  5. Pendidikan akhlak dalam keluarga
    Orang tua wajib menjadi teladan bagi anak-anaknya. Keluarga sakinah adalah keluarga yang menjadikan rumahnya sebagai madrasah pertama bagi generasi penerus.

Langkah-Langkah Pembinaan Keluarga Sakinah

Berikut beberapa langkah praktis yang dapat dilakukan untuk membina keluarga sakinah:

1. Menjaga Komitmen Pernikahan

Pernikahan adalah ibadah yang bernilai tinggi di sisi Allah SWT. Oleh karena itu, suami dan istri harus menjaga komitmen pernikahan dengan saling mendukung dan memahami satu sama lain.

2. Menghidupkan Ibadah dalam Rumah Tangga

Rumah yang dipenuhi ibadah akan menghadirkan ketenangan dan keberkahan. Biasakan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an bersama, dan berdoa sebelum tidur atau bepergian.

3. Meningkatkan Kualitas Komunikasi

Komunikasi adalah jembatan penting dalam menjaga hubungan. Dengarkan pasangan dengan empati, hindari kata-kata kasar, dan selesaikan masalah dengan cara yang lembut.

4. Mengatur Keuangan dengan Bijak

Kehidupan rumah tangga yang harmonis juga ditentukan oleh cara mengelola keuangan. Buat perencanaan keuangan bersama agar terhindar dari konflik ekonomi.

5. Mengasuh Anak dengan Kasih Sayang

Anak adalah amanah Allah SWT. Orang tua harus mendidik anak dengan penuh kasih, disiplin, dan keteladanan. Pendidikan agama harus menjadi prioritas utama dalam keluarga.

6. Menyelesaikan Konflik dengan Sabar dan Lapang Dada

Tidak ada rumah tangga yang bebas dari ujian. Namun, keluarga sakinah adalah mereka yang mampu menyelesaikan konflik dengan kepala dingin, bukan dengan emosi.

7. Membangun Kebersamaan dan Kegiatan Positif

Luangkan waktu untuk melakukan kegiatan bersama seperti makan malam, berlibur, atau berdiskusi tentang rencana keluarga. Hal ini mempererat ikatan emosional antaranggota keluarga.

Tantangan dalam Pembinaan Keluarga Sakinah di Era Modern

Era digital dan modernitas membawa banyak tantangan dalam menjaga nilai-nilai keluarga Islam. Beberapa tantangan tersebut antara lain:

  • Individualisme dan kesibukan kerja yang mengurangi waktu bersama keluarga.
  • Pengaruh media sosial yang sering menimbulkan kesalahpahaman dan menurunkan komunikasi.
  • Krisis moral dan spiritual akibat gaya hidup materialistik.

Oleh karena itu, keluarga muslim harus adaptif namun tetap berpegang pada prinsip syariat Islam. Penguatan iman dan literasi digital yang sehat perlu menjadi bagian dari pembinaan keluarga sakinah di masa kini.

Penutup

Keluarga sakinah bukan sekadar cita-cita, tetapi amanah yang harus diperjuangkan. Ia dibangun di atas fondasi keimanan, kasih sayang, tanggung jawab, dan komunikasi yang baik. Melalui pedoman pembinaan yang sesuai ajaran Islam, keluarga akan menjadi sumber ketenangan dan kebahagiaan sejati.

Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi)

Keluarga sakinah bukan hanya rumah yang megah, tetapi hati yang tenteram di bawah naungan cinta dan ridha Allah SWT.

Sumber:

  • Al-Qur’anul Karim
  • HR. Bukhari dan Tirmidzi
  • Kementerian Agama RI, Pedoman Pembinaan Keluarga Sakinah, 2023
  • Quraish Shihab, Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat, Mizan, 2001
  • Ustadz H. Didin Hafidhuddin, Keluarga Sakinah dalam Perspektif Islam, Republika, 2019

Related Post

Leave a Comment