Shalat Tarawih Berapa Rakaat?

Posted by
93
views

Jumlah rakaat shalat tarawih sudah lama menjadi ajang perselisihan di kalangan muslim, bahkan sampai zaman akhir sekarang ini. Ada yang shalat tarawih 11 rakaat (termasuk witir 3 rakaat), sambil mengolok-olok bahwa yang melakukan 23 rakaat, apalagi 36 rakaat adalah bid’ah dan menyalahi yang dilakukan nabi. Ada yang shalat tarawih 23 rakaat (termasuk witir 3 rakaat) sambil mengolok-olok bahwa yang 11 rakaat menyalahi ijma’ para ulama .

Bahkan lebih parahnya lagi ada yang mengatakan bahwa tarawih yang dilakukan di masjid nabawi dan masjidil haram menyalahi sunnah karena dilakukan 23 rakaat. Lalu mana yang benar?

Mari kita kaji penjabaran hal ini dalam Assyarh Almumta’ (225/4)

Dalam masalah ini terbagi menjadi dua kelompok: kelompok yang pertama menyalahkan yang melakukan 11 rakaat dan mengatakan mereka menyalahi ijma’ , kelompok yang kedua menyalahkan yang melakukan lebih dari 11 rakaat dan mengatakan mereka menyalahi sunnah.

Syaikh Al Fadhil Ibnu Utsaimin berkata: ketika Rasulullah Saw ditanya tentang sholat malam oleh seorang sahabat, Nabi bersabda: dua rakaat, dua rakaat, tanpa menyebutkan berapa jumlahnya. Padahal, sudah maklum, orang yang menanyakan tentang sholat malam ini menanyakan tentang jumlah pada saat itu. Jadi kesimpulannya, Nabi tidak membatasi jumlah rakaat dalam qiyamu ramadhan, boleh saja seseorang shalat 100 rakaat ditambah 1 witir.

Adapun hadits صلوا كما رأيتموني أصلي (shalatlah sebagaimana kamu melihat aku sholat) tidak mengikat kepada jumlah rakaat, hanya mengikat cara sholat. Bila hadits ini umum, maka kita wajib shalat witir sekali waktu 5 rakaat, sekali waktu 7 rakaat, sekali waktu 9 rakaat. Nyatanya tidak kan?

Jadi bagi masing-masing kita, janganlah membatasi hal yang sesungguhnya dibebaskan oleh Rasulullah Saw. Jadi tidak tepat juga bila ada sebagian kita yang keluar dari barisan setelah 8 rakaat karena imam melakukan 20 rakaat tarawih. Kenapa? Simak hadits nabi beikut ini:

من قام مع الإمام حتى ينصرف كُتب له قيام ليلة ” رواه الترمذي ( 806 ) وصححه الألباني في صحيح الترمذي ( 646 )

Jadi barangsiapa shalat jamaah bersama imam sampai bubar, maka dicatat baginya shalat semalam suntuk. Sayang bukan, kehilangan pahala ini gara-gara “mbolos”?

Di sisi sebaliknya juga begitu, orang yang menganggap pengamal shalat tarawih 11 rakaat menyalahi ijma’, lalu berkata: “semua orang muslim sebelum kamu sudah sepakat tarawih 20 rakaat atau lebih, kamu menyalahi mereka” juga tidak tepat.

Karena sebenarnya mereka juga punya dalil berikut ini:

حديث أبي سلمة بن عبد الرحمن أنه سأل عائشة رضي الله عنها : ” كيف كانت صلاة رسول الله صلى الله عليه وسلم في رمضان ؟ فقالت : ما كان يزيد في رمضان ولا في غيره على إحدى عشرة ركعة يصلي أربعا فلا تسل عن حسنهن وطولهن ثم يصلي أربعا فلا تسل عن حسنهن وطولهن ثم يصلي ثلاثا فقلت يا رسول الله أتنام قبل أن توتر قال يا عائشة إن عينيَّ تنامان ولا ينام قلبي

Dari Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, dia mengabarkan bahwa dia pernah bertanya pada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, “Bagaimana shalat malam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di bulan Ramadhan?”. ‘Aisyah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah jumlah raka’at dalam shalat malam di bulan Ramadhan dan tidak pula dalam shalat lainnya lebih dari 11 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1147 dan Muslim no. 738)

Tapi apakah dalil ini menunjukkan bahwa Nabi Saw mudawamah (selamanya) shalat malam (termasuk tarawih) terbatas hanya 11 rakaat? Para ulama’ menolak hadits ini sebagai dalil, karena hanya menerangkan sebagian dari apa yang dilakukan Nabi Saw di masa hidupnya, dan ini tidak dapat mencetuskan hukum apapun. Namun bila ada yang mengikuti persis yang dilakukan Nabi pada suatu waktu apakah salah? Ya tentu tidak.

Diantara dalil sangat jelas yang menunjukkan bahwa shalat malam (termasuk tarawih) tidak dibatasi oleh Nabi Saw adalah hadits berikut ini:

حديث ابن عمر أن رجلا سأل رسول الله صلى الله عليه وسلم عن صلاة الليل فقال رسول الله عليه الصلاة والسلام : ” صلاة الليل مثنى مثنى فإذا خشي أحدكم الصبح صلى ركعة واحدة توتر له ما قد صلَّى رواه البخاري ( 946 ) ومسلم ( 749 ) .

Ibnu Umar mengatakan bahwa seorang laki-laki menanyai Rasulullah Saw tentang shalat malam, Rasulullah bersabda : dua (rakaat)-dua (rakaat), bila salah satu diantara kamu takut masuknya waktu subuh, shalatlah satu rakaat sebagai witir (penutup) dari sholat-sholatmu. Dari hadits ini justru yang dipertanyakan adalah yang shalat tarawih 4 rakaat satu salam. Penulis belum menemukan keterangan yang kuat tentang hal ini.

Oleh karena itulah, pendapat ulama-ulama madzhab yang mu’tabaroh adalah luasnya kebebasan dalam hal ini, jadi shalat tarawih lebih dari 11 rakaat boleh tidak? Boleh. 11 rakaat saja? Boleh juga! Jadi yang salah yang mana? Yang tidak shalat! Eh tidak shalat bener juga lah, kok bisa? Shalat tarawih hukumnya sunnah bro!

Wallahu a’lam bisshawab…

Sumurnya ada disini:

  • https://islamqa.info/ar/9036

 

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *