Batal Puasa Karena Marah? Jangan Salah Kaprah!

Posted by
114
views

Suatu hari di sebuah pasar, di siang yang cerah, pada bulan Ramadhan yang penuh berkah, ada seseorang yang dengan “pongah”nya mengumpat dan memaki sambil minum sebotol Aqua (ada Aqua? hehe). Aneh? Tidak. Bisa jadi ia non muslim, atau lagi “dapet” hehe. Tapi ia muslim dan jenis kelaminnya laki-laki (ya kelihatannya begitu, kan gak harus diperiksa isi celananya hehe).Sambil mengumpat dan minum dengan cueknya, ia menyalahkan temannya yang membuat marah, sehingga puasanya “pecah”. “Gara-gara lu bikin gua marah, batal puasa gua, payah lu!” begitulah kira-kira “ceracau” seseorang ini.

Mendengar ceracauan ini, Juna yang masih asyik memilah-milah buah di toko roti (?) mengernyitkan dahi. Benarkah marah membatalkan puasa? Lagi bingung-bingungnya, Juna kaget setengah mati sambil melompat, demi dirasakannya sebuah tangan besar menepuk pundaknya dengan keras: “plok! “. Sambil menahan marah, ditepisnya tangan itu “Gile lu ndro! Untung gw puasa, klo nggak udah gw gaplok lu!”. Topik, si pemilik tangan jumbo tersebut gak kalah galak: “Gaplok kalo berani!”. “Nanti habis buka, gw jabanin lu” kata Juna. Lah berantem nunggu maghrib? Hehe orang se-pasar pada senyum-senyum bingung, dikulum takut batal, nggak dikulum senyumnya jatuh. Ya akhirnya ganti nyengir kuda.

Aku yang lagi lenggang kangkung dan juga bingung mau ngulum senyum atau me”lepeh”nya tiba-tiba ngerem mendadak, dihadang Juna, waduh ada apa ini? ” Nhaa ini ada pak ustad (ciee… ya di cerita ini ane ustad, ente bahlul hehe), ane mo nanya nich kejadian tadi itu betul kagak? Masak marah mbatalin puasa Pak Ustad?” Wah pertanyaannya gampang ini, jawabannya yang susah. Terpaksa kuajak keduanya ke warung kopi di pojok pasar (eh? warkopnya tutup bro, numpang duduk aja).

“Begini” ujarku, sambil mengamati dua orang yang gagal berantem “gara-gara ” puasa ini. “Yang membatalkan puasa itu apa aja to? Kan dulu sampean berdua pernah ngaji sama abah kiai?” “Makan dan minum Tad!” sahut Topik. “Berhubungan badan Tad!” jawab Juna.

“Ya, itu semua betul, tapi belum lengkap. Dalam “Mabadi Fiqh” Juz 2, itu lo kitab kecil yang biasa dipelajari anak Madrasah Ibtidaiyyah, tercantum bahwa yang membatalkan puasa ada 8 yaitu:

  1. Masuknya sesuatu ke dalam lubang tubuh secara sengaja (qubul, dubur, mulut, telinga, mata). Ingat, SECARA SENGAJA.
  2. Muntah secara sengaja
  3. Haid
  4. Nifas
  5. Keluar air mani secara sengaja
  6. Bersetubuh secara sengaja
  7. Murtad (keluar dari Islam)
  8. Gila”

“Nah, marah masuk yang 8 itu nggak?” “Nggak pak Ustad!” Jawab mereka serempak. “Nah itu pinter, jadi marah itu tidak membatalkan puasa. Jadi jangan mentang-mentang sudah marah laju, langsung makan minum!”

“Jadi semua yang bukan hal 8 itu pasti tidak membatalkan puasa ya Tad?” Sahut Juna. “Nah, itu pinter! Tapi jangan sembrono ya, memang marah, ngrasani, ngrumpi, berbohong, adu domba dan teman-temannya itu tidak membatalkan puasa, tapi mengurangi pahala puasa.” Sekonyong-konyong topik menyahut ” Jadi kalau puasa tapi melakukan perbuatan-perbuatan itu bisa tidak dapat pahala ya Tad? Cuma lapar dan haus doank?”

“Seratus untuk ente!, ya udah ane tinggal dulu beli buah, ente berdua kalau mau berantem sekarang aja, gak usah nunggu maghrib!” ujarku sambil ngeloyor pergi hehehe

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *