Bulan Suci Ramadhan Segera Tiba, Mari Bergembira!

Posted by
58
views

Ramadhan adalah bulan suci yang dinanti-nanti kedatangannya oleh ummat muslim seluruh dunia. Hmmmm… kata dinanti-nanti itu sebenarnya lebih cocok kalau dimasukkan ke dalam tanda petik. Kenapa? Ya karena sebenarnya diragukan, apakah dinanti beneran sama ummat muslim? Mari kita tanya hati kita masing-masing.

Benarkah kita rindu bulan suci Ramadhan, ataukah rindu lebaran?
Benarkah kita rindu bulan suci Ramadhan, ataukah rindu “prepekan” bagi pedagang?
Benarkah kita rindu bulan suci Ramadhan, ataukah rindu pamer kesuksesan di kampung halaman?
Benarkah kita rindu bulan suci Ramadhan, padahal benci puasa, tarawih, sahur yang bikin capek?
Benarkah kita rindu bulan suci Ramadhan, padahal pertanyaan “kapan nikah” akan semakin sering terdengar bagi bujang (lapuk) ?

Namun, seharusnya memang kita bergembira dengan hadirnya bulan suci Ramadhan, kenapa? Karena bulan inilah pembeda kita, ummat muslim dengan ummat-ummat yang lain. Alloh memuliakan kita dengan bulan ini, karena ummat sebelum kita tidak ada yang dianugerahi bulan suci seperti kita.

Setiap muslim semestinya menyambut bulan suci Ramadhan dengan ikhlas, hati yang bersih, jiwa yang bergembira karena hanya di bulan inilah pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup.

يقول السيد الأعظم صلى الله عليه وسلم: “إذا جاءَ رمضانُ، فُتِّحَتْ أَبواب الجنة، وغُلِّقَتْ أَبوابُ النّارِ، وصفِّدَتْ الشياطينُ، ونَادَى منادٍ من قِبَلِ الحقّ تبارك وتعالى: يَا باغيَ الخَيرِ أَقبلْ، ويا باغيَ الشرِّ اقْصُرْ. صدق حبيب الله صلوات الله وسلامه عَلَيه

Rasulullah SAW sendiri menunggu-nunggu datangnya Ramadhan sejak terbitnya fajar di hari pertama bulan Rajab, sambil berdo’a

اللهمَّ باركْ لنا في رجب وشعبان وبلّغنا رمضانَ. وإذا أقبل شهر رمضان يقول أتاكم رمضان شهر بركةٍ، يَغشاكم الله فيه، فيُنزل الرحمة ويحطُّ الخَطَايَا، ويستجيب الدعاء، يَنظر الله عزَّ وجلَّ إلى تنافسكم فيه، ويُبَاهي بكم ملائكَتَه، فَأرُوا الله من أنفسكم خيرًا، فإنّ الشَّقيَّ مَن حُرِمَ فيه رحمةَ اللهِ، عزَّ وجَلَّ”.

Doa ini sering kita dengar di kampung-kampung sebagai puji-pujian setelah adzan, di bulan Rajab. Mari sama-sama kita “bernyanyi” hehe, jangan lupa gunakan nada lagu “es lilin” untuk syair berikut:

Allohumma allohumma barik lana

Fi rojaba fi rojaba wa sya’bana

Waballighna waballighna romadhona

waghfir lana dzunuubana wa khotooyana..

Bisa rengeng-rengeng? Nah gitu donk! Mari kita bergembira menyambut bulan suci Ramadhan. Hanya dengan bergembira saja, jasad kita diharamkan dari sentuhan api neraka . Bila kita melaksanakan kewajiban puasa Ramadhan , maka kita termasuk 4 kelompok yang dirindukan oleh surga: orang yang selalu membaca Al-Quran, penjaga lisan, pemberi makan orang lapar, dan orang yang puasa di bulan Ramadhan. Nabi SAW bersabda:

مَن فَرحَ بدخول رمضان حرَّمَ الله جسده على النيران, وقال أيضا عليه الصلاة والسلام: “الجَنَّة مشتاقةٌ إلى أربعة نفر: تَالي القرآن، وحَافظ اللِّسان، ومُطْعمُ الجَوعَان، والصّائمين في شهر رمضان

Ingin kabar gembira lagi? Baca sabda Nabi SAW berikut ini:

إذَا كانَ أولُّ ليلةٍ من رمضانَ يقول الله تعالى: مَن ذَا الذي يحبُّنا فنُحبُّهُ، ومَن ذا الذي يَطلبنا فَنَطلبه، ومَن ذَا الذي يستغفرنَا فَنغفرَ لَه بحرمة رمضان، فَيَأمر الله تعالى الكرامَ الكَاتبين في شهر رمضانَ بأن يكتبوا لهم الحسناتِ، ولاَ يَكتبوا عليهم السيئاتِ، ويَمحوا الله تعالَى عنهم ذنوبَهم الماضيةَ

Pada malam pertama di bulan Ramadhan, Alloh SWT berfirman: Siapa saja yang mencintaiku, maka pasti Aku juga mencintainya, siapa yang meminta kepadaku pasti Aku kabulkan, siapa yang meminta ampun pasti Aku beri ampun dengan kemuliaan bulan Ramadhan, kemudian Alloh memerintahkan malaikat pencatat amal untuk mencatat amal-amal baik saja, dan melarang pencatatan perbuatan buruk, dan Alloh menghapus dosa-dosanya di masa lalu. Tapi ingat, yang dihapus cuma dosa-dosa kecil bro, dosa besar perlu taubat nasuha agar diampuni. Kok begitu? Ya iyalah, keenakan manusia kalau dosa besar ikut diampuni “otomatis”. Makanya gak usah melakukan dosa besar, dosa kecil aja ya, mudah dihapusnya hehe.

وقال سيدنا موسى عليه السلام يا ربِّ أكرمتني بالتكليم فهل أعطيت أحَدًا مثل ذلك فأوحى الله تعالى إليه يا موسى إنَّ لي عبادًا أخرجهم في آخر الزمان وأكرمهم بشهر رمضان فأكون أقرب إلى أحدهم منك لأنك كلمتني وبيني وبينك سبعون ألف حجاب فإذا صامت أمة محمد صلى الله عليه وسلم حتى ابيضّت شفاههم واصفرت ألوانهم أرفع الحجب بيني وبينهم وقت إفطارهم يا موسى طُوبى لمن عطش كبده وأجاع بطنه في رمضان

Dalam suatu peristiwa, terjadi dialog antara nabi Musa dan Alloh Swt. Nabi Musa berkata: Wahai Tuhanku, telah Engkau muliakan aku dengan berbicara langsung kepadaku, apakah Engkau memberikan juga kemuliaan yang lain kepada seseorang selain aku? Alloh berfirman: Wahai Musa! Aku mempunyai hamba-hamba yang kuhidupkan di akhir zaman dan kumuliakan dengan bulan Ramadhan, maka Aku lebih dekat kepada mereka daripada engkau. Ketahuilah antara Aku dan engkau terdapat 70.000 hijab, bila ummat Muhammad berpuasa hingga putih bibirnya, kuning warna kulitnya, maka aku angkat semua hijab itu untuk mereka ketika mereka berbuka. Maka beruntunglah orang yang melaparkan perutnya dan menghauskan kerongkongannya di bulan Ramadhan.

وشهر رمضان كله بركة وخير وسعادة سوَاءٌ في الدنيا أو في الآخرة، قال سيدنا علي رضي الله عنه: “لوْ أراد الله أن يُعذِّبَ أُمَّة محمدٍ صلى الله عليه وسلم مَا أَعْطاهُمْ رمضانَ و قل هو الله أحد

Ketahuilah bahwa seluruh waktu di bulan Ramadhan adalh keberkahan, kebaikan, dan keuntungan, baik di dunia maupun di akhirat. Sahabat Ali Karromallohu Wajhah pernah berkata: Jika Alloh beerkehendak menyiksa ummat Muhammad, maka cukup dengan tidak memberi bulan Ramadhan dan surat Al Ikhlas (Qul huwallohu akhad ..)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *