Ustadz yang Bukan Ulama

Posted by
17
views

Meruncingnya polarisasi pilpres di negeri ini di satu sisi menimbulkan tersebarnya hoax, ghibah, fitnah yang sangat menyedihkan. Namun di sisi lain membuat ummat semakin cerdas. Kenapa? Karena saling mencari kesalahan lawan itu mau tak mau melibatkan perdebatan keilmuan.

Contoh kecil, sekarang banyak orang tahu tashrifhnya fa’ala yaf’ulu fa’lan gara-gara kasusnya UTZ. Jama’ dan mufrod gara-gara UHH. Semoga masih ada lagi yang lain. Sebuah peristiwa yang membuat sebuah ilmu tertentu menjadi populer.

Namun, peristiwa ini menegaskan bahwa yang bergelar ustadz itu belum tentu ulama. Mereka hanya penceramah atau pengkhotbah. Karena bahasa Arab adalah kunci ilmu agama Islam. Kalau kuncinya tak punya, bagaimana bisa membuka?

Sepertinya kita sudah sampai di zaman yang disebutkan Nabi shallallahu alaihi wa sallam berikut:

إِنَّكُمْ أَصْبَحْتُمْ فِي زَمَانٍ كَثِيْرٍ فُقَهَاؤُهُ، قَلِيْلٍ خُطَبَاؤُهُ، قَلِيْلٍ سُؤَّالُهُ، كَثِيْرٍ مُعْطُوهُ، الْعَمَلُ فِيْهِ خَيْرٌ مِنَ الْعِلْمِ. وَسَيَأْتِي زَمَانٌ قَلِيْلٌ فُقَهَاؤُهُ، كَثِيْرٌ خُطَبَاؤُهُ، كَثِيْرٌ سُؤَّالُهُ، قَلِيْلٌ مُعْطُوهُ،الْعِلْمُ فِيْهِ خَيْرٌمِنَ الْعَمَلِ

“Sesungguhnya kalian hidup di zaman yang fuqahanya (ulama) banyak dan penceramahnya sedikit, sedikit yang minta-minta dan banyak yang memberi, beramal pada waktu itu lebih baik dari berilmu. Dan akan datang suatu zaman yang ulamanya sedikit dan penceramahnya banyak, peminta-minta banyak dan yang memberi sedikit, berilmu pada waktu itu lebih baik dari beramal.” (HR. Ath-Thabrani).

Kita menaruh hormat setinggi-tingginya untuk ustadz-ustadz yang benar-benar berilmu. Ambil contoh Ustadz Adi Hidayat, Ustadz Abdusshomad, bahkan Ustadz Firanda Rodja tv. Mereka memberi pencerahan ummat dengan ilmunya. Walaupun mungkin ada hal yang kita tidak setuju, itu masuknya ke ranah ilmu. Bukan asal menyalahkan dan caci maki yang menjurus ke fitnah.

Saya takut, kekhawatiran Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan dari imam Baihaqi yang bersumber dari Sayyidina Ali Karamallahu wajhahu berikut benar-benar sudah terjadi sekarang ini:

يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ لا يَبْقَى مِنَ الإِسْلامِ إِلا اسْمُهُ , وَلا يَبْقَى مِنَ الْقُرْآنِ إِلا رَسْمُهُ , مَسَاجِدُهُمْ يَوْمَئِذٍ عَامِرَةٌ , وَهِيَ خَرَابٌ مِنَ الْهُدَى , عُلَمَاؤُهُمْ شَرُّ مَنْ تَحْتَ أَدِيمِ السَّمَاءِ , مِنْ عِنْدِهِمْ تَخْرُجُ الْفِتْنَةُ , وَفِيهِمْ تَعُودُ

Dikhawatirkan akan datang sebuah masa di kehidupan manusia, ketika itu Islam tinggal nama, Qur’an tinggal tulisan, masjid-masjid ramai tapi sepi dari petunjuk, ulama mereka adalah orang-orang terburuk di kolong langit, dari mereka keluar fitnah, dan kepada mereka fitnah itu kembali.

Na’udzubillahi min dzalik!

Comments

comments