Sing waras ngalah?

Posted by
11
views

Ada ungkapan bahasa jawa yang menunjukkan budi pekerti tinggi, toleransi, tawaddu’ dan penyelesai untuk semua pertikaian: sing waras ngalah.

Semangat untuk ngalah, menjadi ruh dan jiwa santri dimanapun berada.

Ngalah bukan berarti kalah, kadang-kadang mengalah malah bikin menang.

Namun seiring perkembangan zaman, santri yang selalu ngalah sudah tidak relevan lagi.

Saya ingat dawuh KH. Musthofa Bisri dalam sebuah ceramahnya: Karena sing waras ngalah, yang muncul teriak-teriak kesana kemari adalah orang tak waras. Orang bodoh tak berilmu yang menguasai panggung. Meneriakkan takbir dibarengi ghibah dan caci maki. Akhirnya orang awam menganggap mereka panutan.

Bila terus dibiarkan, lingkungan kita akan dipenuhi tokoh agama model begitu. Yang hanya bermodal terjemahan Alquran terbitan Depag sudah begitu berani berfatwa. Tentu dengan penafsiran yang sesuai nafsunya.

Sudah saatnya sing waras merangsek ke depan. Geser ke belakang orang-orang tak waras itu. Kalau santri yang berilmu tetap ngalah dan berdiam diri, jangan kaget bila hilangnya ilmu segera terjadi.

Dalam ash-Shahiihain dari Anas bin Malik Radhiyallahu anhu, beliau berkata, “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ.

‘Di antara tanda-tanda Kiamat adalah hilangnya ilmu dan tersebarnya kebodohan.’”

إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِبَادِ، وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ حَتَّـى إِذَا لَمْ يَبْقَ عَالِمًا اتَّخَذَ النَّاسُ رُءُوسًا جُهَّالاً فَسُئِلُوا، فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا.

‘Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu sekaligus dari para hamba, akan tetapi Allah mencabut ilmu dengan mewafatkan para ulama, sehingga ketika tidak tersisa lagi seorang alim, maka manusia akan menjadikan orang-orang bodoh sebagai pemimpin, lalu mereka ditanya, kemudian mereka akan memberikan fatwa tanpa ilmu, maka mereka sesat lagi menyesatkan orang lain.’

Jadi, dengan munculnya orang-orang bodoh yang berfatwa kesana kemari adalah karena para santri yang berilmu “mewafatkan diri”. Kok begitu? Ya, berdiam diri, padahal tahu, sama aja wafat.

Ayo, santri-santri yang berilmu, bangunlah! Singkirkan orang-orang bodoh congkak itu!

Comments

comments