Shalat Malam selain Tahajud

Posted by
16
views

Shalat malam atau qiyamullail dianggap sebagai bukti besarnya keta’atan seorang hamba di sisi Alloh Ta’ala. Shalat malam juga salah satu rahasia ketenangan hati dan pangkal dari ridho Alloh di hati orang mukmin. Shalat malam juga akan terpancar sebagai cahaya di wajah orang mukmin.

Setiap sepertiga malam yang terakhir, di tiap malam, Alloh Swt. turun ke langit dunia, kemudian berfirman:

هل من داعٍ فأستجيبُ لهُ هل من سائلٍ فأعطيهُ، هل من مستغفرٍ فأغفرُ له

Apakah ada yang berdoa? Maka Aku kabulkan. Apakah ada yang meminta? Maka Aku beri. Apakah ada yang memohon ampun? Maka Aku ampuni.

Dan hal itu berlaku sampai terbit fajar.

Menurut para ulama ahli fiqh, melaksanakan qiyamullail tidak harus seluruhnya untuk shalat. 2 rakaat yang ringan sudah dianggap cukup.

ويرى ابن عباس رضي الله تعالى عنهما أنّه يحصل بصلاة العشاء جماعةً والعزم على صلاة الصّبح جماعة، لقول رسول الله صلى الله عليه وسلم: (من صلّى العشاء في جماعة فكأنّما قام نصف اللّيل، ومن صلّى الصّبح في جماعة فكأنما صلى الليل كله

Bahkan, diriwayatkan oleh ibnu Abbas RA bahwa qiyamullail itu cukup dengan shalat isya’ berjamaah dan berniat melakukan shalat subuh berjamaah, karena sabda Rasulullah : Siapa yang shalat isya’ berjamaah seperti shalat selama separuh malam, dan siapa yang shalat subuh berjama’ah maka seperti sholat semalam suntuk.

Ada juga sebagian ulama yang mengatakan bahwa makna qiyamullail adalah menyibukkan diri  di sebagian besar malam dengan ketaatan: membaca Al-Quran, mendengarkan bacaan hadits, bertasbih, atau bersholawat kepada Nabi SAW.

Shalat malam tidak ada jumlah tertentu berapa rakaatnya. Karena sabda Nabi Saw:

صلاة الليل مثنى مثنى، فإذا رأيت أن الصبح يدركك فأوتر بواحدة، فقيل لابن عمر: ما مثنى مثنى؟ قال: أن تسلم في كل ركعتين

Shalat malam itu dua-dua, bila engkau merasa hampir masuk subuh, tutuplah dengan witir satu rakaat. Ada yang bertanya kepada Ibnu Umar: Apa maksud dua-dua? Dia berkata: Salamlah setiap 2 rakaat.

Namun yang paling utama adalah membatasi 11 atau 13 rakaat. Sesuai hadits Aisyah RA berikut ini:

فعن عائشة رضي الله عنها قالت: (كان رسول الله – صلى الله عليه وسلم – يصلي ما بين أن يفرغ من صلاة العشاء إلى الفجر إحدى عشرة ركعة يسلِّم بين كل ركعتين ويوتر بواحدة).

Dari Aisyah RA, dia berkata: Nabi Saw shalat diantara selesainya Beliau dari shalat Isya’ sampai terbitnya fajar sebanyak 11 rakaat, salam tiap 2 rakaat dan shalat witir 1 rakaat.

Sedangkan jumlah maksimal rakaatnya para ulama berselisih paham. Ulama Hanafiyah : maksimal 8 rakaat. Ulama Ulama Malikiyah: maksimal 12 rakaat.

Sedangkan menurut Ulama Syafiiyah bilangannya tak terbatas. Hujjahnya adalah hadits berikut:

الصَّلاَةُ خَيْرُ مَوْضُوعٍ فَمَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَسْتَكْثِرَ فَلْيَسْتَكْثِرْ

Shalat adalah sebaik-baik perbuatan, maka siapa yang mampu memperbanyaknya, perbanyaklah!

Wallahu’a’lam

Comments

comments