Balada Said Aqil Siraj dan Al-Maidah, surat yang turun di kota Makkah

Posted by
56
views

Entah apa salahmu kiyai. Nyuwun sewu namamu tak bikin judul. Njangkar sisan. Semoga tidak su’ul adab.

Saya cuma heran kenapa nama KH. Said Aqil Siraj (sering disebut SAS) selalu menjadi sasaran tembak kaum khilafah dan wahabi takfiri.

Padahal tahun 2014, SAS mendukung pasangan Prabowo-Hatta. Dan saya tahu saat itu beliau hanya menyeimbangkan pendulum. NU ini selalu punya pendulum penyeimbang. Begitu juga sekarang.

Pernyataan-pernyataan SAS ramai dibahas oleh orang-orang “bodoh” itu . Paling mutakhir, SAS menjelaskan istilah kafir berlaku ketika Nabi Muhammad masih berada di Kota Makkah dan belum pindah ke Madinah.

Label ‘kafir’ ditujukan untuk menyebut orang-orang yang menyembah berhala dan tidak memiliki kitab suci dan agama yang benar. “Tapi setelah Nabi Muhammad hijrah ke kota Madinah tidak ada istilah kafir untuk warga Madinah.”

Wih, langsung medsos penuh hujatan sambil menyebut surat Almaidah turun di Madinah. Dianggapnya SAS ngawur. Karena ada kata kafir disitu.

Padahal surat Almaidah ini turun di Makkah. Walaupun kategorinya Madaniyah. Kenapa begitu?

Ketahuilah hai kawan. Ada beberapa teori definisi makkiyah dan madaniyah dalam kategori surat Al-Qur’an.

Yang paling populer adalah ini: Ayat yang diturunkan di Makkah dan ayat yang diturunkan dalam perjalanan menuju Madinah sebelum Nabi SAW tiba di Madinah, maka ia termasuk kategori ayat Makkiyah. Dan ayat yang diturunkan kepada Nabi SAW dalam perjalanannya setelah beliau tiba di Madinah, maka ia masuk kategori ayat Madaniyah.

Teori ini merujuk pada H.R Abu Amr Uthman bin Sa’id ad-Darimi yang disandarkan pada Yahya bin Salam.

Karena teori ini, maka beberapa ayat atau surah Al- Qur’an yang nyata-nyata turun di Makkah tetapi karena turun sesudah Hijrah, lalu ia dianggap Madaniyah. Seperti Q.S Al-Maidah, dan Q.S An-Nisa. Ayat tersebut turun di kota Makkah sewaktu Nabi saw berada di dalam Ka’bah.

Kesimpulannya? Al-Maidah memang madaniyah, tapi turun di kota Makkah.

Jadi belajar dululah kawan sebelum menghujat kiyai Said. Jangan tampakkan kebodohanmu. Bodoh kok bangga?

Comments

comments