Peringatan Isra’ Mi’raj, Bid’ah?

3
views

Hari ini adalah tanggal ditetapkannya peringatan Isra’ wal Mi’raj Nabi Muhammad Saw oleh pemerintah Indonesia.

Banyak hal kontroversial yang mengiringi penetapan tanggal ini  Bahkan sebagian kalangan menganggapnya bid’ah.

Memang para ulama berbeda pendapat tentang kapan waktu terjadinya peristiwa penting ini.

Saya kutipkan dari NU online,
Sofiyurrahman Al-Mubarakfuri dalam Rakhiqul Makhtum-nya menyebutkan enam macam pendapat yang menjelaskan waktu terjadinya Isra dan Miraj. Pendapat ini didukung oleh Al-Aini dalam Umdatul Qari-nya dan An-Nawawi dalam Al-Minhaj-nya.

Pertama, pendapat yang mengatakan bahwa Isra dan Miraj terjadi pada tahun kedua setelah diutusnya Nabi Muhammad sebagai nabi.

Kedua, Isra dan Miraj terjadi pada tahun ke-5 setelah diutusnya Nabi. Pendapat ini diamini oleh An-Nawawi dan Al-Qurthuby.

Ketiga, pendapat yang dipilih oleh Al-Manshur Faury, yakni pendapat yang lumrah dan populer di kalangan masyarakat, 27 Rajab tahun ke-10 setelah diutusnya Nabi.

Keempat, pendapat Amam Al-Baihaqi yang mengutip pendapat Az-Zuhri, Isra dan Miraj terjadi pada Rabi’ul Awal tahun ke-13 setelah diutusnya nabi, yakni satu tahun sebelum hijrahnya Nabi ke Madinah.

Kelima, menurut pendapat As-Sadi, Isra dan Miraj terjadi pada sembilan belas bulan sebelum peristiwa Hijrah, yakni bertepatan dengan bulan Dzul Qa’dah.

Keenam, menurut Al-Harby, Isra dan Miraj terjadi pada tanggal 27 Rabiul Akhir satu tahun sebelum hijrahnya Nabi.

Ketujuh, pada bulan Ramadhan tahun ke-12 setelah kenabian, yakni enam belas bulan sebelum hijrahnya Nabi.

Kedelapan, pada bulan Muharram 13 tahun setelah kenabian, yaitu bertepatan dengan satu tahun dua bulan sebelum hijrahnya nabi.

Mengapa mereka berselisih pendapat? Karena saat itu belum ada penanggalan yang akurat. Kalender Hijriyah belum pula dimulai.

Memang pendapat-pendapat di atas, tak ada satupun yang dianggap kuat, namun peristiwa ini adalah peristiwa sangat penting. Termasuk pokok keimanan dalam Islam. Dalam peristiwa inilah perintah shalat lima waktu diturunkan.

Jadi, tidak salah, bila kita mengambil salah satu pendapat ulama di atas. Kebetulan yang paling populer adalah tanggal 27 Rajab. Namun kalau Anda ngotot harus ada dalil haditsnya jelas tidak ada.

Lalu apakah memperingati peristiwa Isra’ Mi’raj ini termasuk bid’ah? Bisa saja bid’ah bila ada ritual ibadah khusus yang dijalankan. Kenyataannya, umat Islam di Indonesia merayakannya dengan mengadakan acara yang diisi dengan kajian Islam yang mengupas inti dan hikmah seputar peristiwa Isra’ Mi’raj ini.

Apakah itu ritual ibadah? Tentu bukan. Kalau ada nilai ibadah disitu, karena unsur tholabul ilminya. Wallahu’a’lam.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *