Nahdlatul Ulama Sesat

79
views

Frasa dalam judul ini muncul begitu saja di search suggestion google saya. Saya jadi penasaran, apa isi search result kata kunci ini.

Ternyata mendarat di sebuah blog yang isinya mencaci amalan-amalan NU. Bahkan disebut sebagai aliran sesat terbesar di Indonesia.

Landasan berfikirnya dari bid’ahnya amalan NU. Karena bid’ah maka sesat. Sayangnya tidak ada pijakan ilmiah yang jelas dalam blog tersebut. Semuanya hanya paparan opini pribadi yang bias.

Untuk mereka yang menganggap NU sesat apakah Anda merasa lebih alim dari KH. Hasyim Asy’ari? Bahkan lebih alimkah Anda dari KH. Said Aqil Siraj? Lebih alimkah Anda dari KH. Musthofa Bisri?

Kalau NU sesat, berarti mereka semua sesat dan menyebarkan kesesatan. Berarti semua warga NU sesat. Benarkah begitu? Mari kita kuliti.

Diksi “sesat” ini biasanya diambil dari hadits berikut:

صح عن النبي – صلى الله عليه وسلم – أنه قال : “خير الحديث كتاب الله ، وخير الهدي هدي محمدٍ صلى الله عليه وسلم ، وشر الأمور محدثاتها ، وكل بدعةٍ ضلالة “. رواه مسلم في الصحيح. زاد النسائي بإسنادٍ حسن: “وكل ضلالةٍ في النار”. وقال أيضاً – عليه الصلاة والسلام – في الحديث الصحيح: “إياكم ومحدثات الأمور ، فإن كل محدثةٍ بدعة ، وكل بدعةٍ ضلالة “.

Dari hadits ini banyak yang asal ambil kesimpulan praktis: bahwa semua yang tidak ada nash (hadits maupun qur’an) yang berupa ucapan, perbuatan, atau ketetapan dalam hal ibadah adalah bid’ah.

Jadi ucapan صدق الله العظيم setelah membaca Alqur’an, syakl (fathah,dhommah, kasroh) dalam Alqur’an, tanda waqaf, dibukukannya Alqur’an, bahkan ilmu tajwid semuanya bid’ah.

Menghias masjid, penggunaan pengeras suara, tadarrus Alqur’an bersama-sama di masjid juga bid’ah. Bingung kan?

Tapi darimana asal kata bid’ah hasanah yang tak jelas jluntrungannya itu?

Secara khusus tentang bid’ah ini akan saya uraikan di tulisan lain. Tapi disini saya nukilkan satu

، وقد ثبت بالحديث الصحيح الذي رواه البخاري أن سيدنا عمر ابن الخطاب رضي الله عنه ثاني الخلفاء الراشدين قال :”نعمت البدعة هذه” فثبت أن إطلاق مفهوم البدعة الحسنة جائز، وروى ابن أبي شيبة في مصنفه والطبراني في الكبير عن الأعرج قال : سألت ابن عمر عن صلاة الضحى فقال:” بدعة ونعمت البدعة .” ورواه أيضا البخاري في تاريخه الكبير.

Dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan Imam Bukhori, bahwa sahabat Umar ibn Khottob RA. , Khalifah kedua ummat islam, berkata ( ketika melaksanakan tarawih 20 rakaat) : sebaik-baik bid’ah adalah ini. Maka dari kalimat ini tercetus adanya bid’ah yang hasanah. Juga diriwayatkan dari ibnu Abi Syaibah dalam kitab karangannya, juga Thabrani di dalam Alkabir, dari A’raj, dia berkata: Aku bertanya Ibnu Umar tentang sholat dhuha, dia berkata: itu bid’ah, dan sebaik-baik bid’ah. Hal ini juga diriwayatkan imam Bukhori.

Jadi tidak semua bid’ah adalah sesat! NU tidak sesat!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *