Koruptor vs Teroris, Cinta yang Terlalu

Posted by
4
views

Kemarin ada 2 berita yang sama-sama mengagetkan. Dari dalam negeri, seorang ketua partai Islam terkena OTT KPK. Seseorang yang terlihat bersih, santun, rajin ibadah dan nyantri banget, ternyata koruptor!

Dari luar negeri ada berita tak kalah hebohnya. Seorang ekstrimis kanan Australia menembaki orang-orang muslim yang sedang melaksanakan shalat Jum’at di Masjid Al Noor di Selandia baru.

Bahkan ia menyiarkan aksinya secara online sambil menghadirkan manifesto 73 halaman. Ia melabeli dirinya sebagai “warga kulit putih biasa”, yang tak rela tanahnya direbut imigran kulit berwarna.

Dua peristiwa yang melibatkan 2 rasa: cinta dan benci.

Rasulullah Saw bersabda:

احبب حبيبك هونا ما عسي ان يكو ن بغيضك يوما ما وابغض بغيضك هونا ما عسي ان يكو ن حبيبك يوما ما
(رواه الترمذي)

Cintailah orang yang kamu sukai biasa-biasa saja karena bisa jadi suatu saat nati ia akan menjadi orang yang kamu benci. Dan bencilah orang yang kamu benci biasa-biasa saja karena bisa saja suatu saat nanti ia akan menjadi orang yang kamu sukai. (HR. Al-Tirmidzi).

Benci yang terlalu, membuat sang teroris beraksi. Entah kepada semua imigran atau semua muslim.

Cinta yang terlalu membuat sang koruptor beraksi. Entah kepada anak istrinya atau partainya.

Bagi Anda yang terlalu mengidolakan sang ketua partai, Anda juga akan  kecewa.

Jadi biasa-biasa ajalah. Jangan jadikan cinta yang “terlalu” kepada makhluk. Firman Alloh Swt:

قُلْ إِن كَانَ آبَاؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَاأَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ اللّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّى يَأْتِيَ اللّهُ بِأَمْرِهِ وَاللّهُ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah, ‘Jika bapak, anak, saudara, istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya dan (dari) berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah hingga Allah mendatangkan putusan-Nya.’ Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik,” (At-Taubah ayat 24).

Jadi, urusan cinta-mencintai ini gimana enaknya? Curahkan cinta yang terlalu itu hanya kepada Alloh, Rosul-Nya, dan berjihad di jalan-Nya.

Insya Alloh, petunjuk-petunjuk-Nya akan membimbing kita menuju bahagia dunia akhirat!

Comments

comments