Ketofastosis, The Power of Lapar

7
views

Bulan Ramadhan telah tiba. Lapar adalah medan ujian paling ringan bagi orang yang berpuasa. Kenapa paling ringan? Karena mempertahankan pahala puasa jauh lebih susah daripada sekedar menahan lapar.

Namun siapa sangka, lapar adalah pangkal kesehatan. Kok bisa? Ya, kondisi paling minimal manfaat lapar adalah beristirahatnya organ pencernaan, setelah sepanjang tahun bekerja tanpa henti.

Bahkan akhir-akhir ini muncul metode pengobatan dengan pemeran utamanya lapar dan puasa ini. Ketofastosis. Paduan ketogenik dan fasting on ketosis. Itu namanya.

Prinsip dasar ketofastosis adalah memaksa tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber tenaga. Untuk sampai tahap keton ini, tubuh perlu dilaparkan dengan puasa bertahap, dari 16 sampai 23 jam. “Puasa” ini menggunakan pola tertentu dengan kombinasi asupan VCO (minyak kelapa murni) dan immunator honey (madu khusus racikan ketofastoser).

Untuk pemula, puasa ini dilakukan sejak pukul 8 malam hingga 12 siang keesokan harinya. Nah, bila dipadukan dengan ibadah puasa, berarti sahur dilakukan jam 3:00 dinihari, setelah itu, Anda hanya diperbolehkan minum air putih, kopi atau teh tanpa gula, IH (immunator honey), dan VCO (virgin coconut oil), sampai waktu imsak. Makan besarnya dijadwalkan jam 19:00. Itupun harus dipastikan makanan tersebut berasal dari sumber hewani seperti ikan, ayam, telur, dan daging. Pastikan tidak ada tepung, gula, dan kecap dalam proses pengolahannya.

Prinsip ketofastosis adalah memanfaatkan strategi yang dilakukan otak ketika kelaparan. Pusat rasa lapar di hypotalamus berperan penting disini.

Pusat metabolisme di otak akan mengaktifkan produksi hormon stress adrenalin ,ketika kadar gula dalam darah turun, agar manusia mencari makanan. Jika tidak ada makanan yang masuk, otak melakukan strategi kedua.

Otak kemudian mengamankan seluruh persediaan glukosa bagi kebutuhannya.  Jadi otak memberi isyarat untuk menghentikan produksi insulin agar glukosa tidak disuplai ke otot. Otak menyimpan secara ekskusif cadangan glukosa ini.

Jika kurang makan masih berlangsung, tubuh akan mengambil protein untuk memproduksi energi. Volume otot pun berkurang, karena di otot lah protein disimpan.

Bila lapar ini bertahan sekitar 8 sampai 10 hari, tubuh akan mengubah metabolismenya ke safe mode (kayak windows ya hehe) . Mode penghematan energi. Aktivitas-aktivitas akan menurun ke tingkat terendah. Frekuensi jantung, tekanan darah dan suhu tubuh menurun.

Pada fase ini, tubuh akan mengambil simpanan lemak sebagai sumber tenaga. Asam lemak akan diubah menjadi apa yang disebut keton atau senyawa lemak dalam tubuh. Keton ini akhirnya menjadi sumber energi paling penting untuk bertahan hidup.

Kondisi inilah yang dipertahankan diet ketofastosis, karena ternyata pada safe mode ini, tubuh lebih cepat memperbaiki sel-sel rusak. Mungkin seperti halnya safe mode pada komputer, banyak proses system yang tidak berjalan saat itu bisa direplace dengan file baru yang sehat. Kanker, jantung bocor, gagal ginjal, diabetes adalah penyakit-penyakit berat yang kabarnya bisa disembuhkan menggunakan diet ketofastosis ini.

Tertarik melakukan ketofastosis sambil menjalankan puasa Ramadhan? Jangan dilakukan sendiri. Ikuti grup-grup yang bertebaran di medsos, agar hasilnya maksimal dan tidak membahayakan diri Anda.

Selamat berjuang!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *