Kendalikan Marahmu!

2
views

Marah adalah ungkapan emosi seseorang. Itu wajar dan manusiawi. Namun, menahan amarah jauh lebih baik. Marah itu diawali dengan kegilaan dan diakhiri dengan penyesalan.

Gesekan emak-emak pendukung 01 dan 02 baru-baru ini mengisyaratkan tak terkendalinya amarah. Cinta dan benci yang berlebihan, dan saling caci yang menimbulkan keburukan bagi semua pihak. Mereka tidak bisa menahan amarahnya.

Padahal menahan marah akan menghindarkan dari segala keburukan. Bahkan, bila semua nasehat tentang kebaikan dikumpulkan dalam satu kata, maka cukup dengan “jangan marah”.  Maka tercakuplah semuanya.

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَجُلًا قَالَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَوْصِنِيْ ، قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). فَرَدَّدَ مِرَارًا ؛ قَالَ : (( لَا تَغْضَبْ )). رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah Radhiallahu anhu bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Berilah aku wasiat”. Beliau menjawab, “Engkau jangan marah!” Orang itu mengulangi permintaannya berulang-ulang, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau jangan marah!” [HR al-Bukhâri].

Lalu bagaimana mengatasi marah?

Ada satu maqolah ulama dalam buku “Almahfudzot” yang memberikan resep jitunya. Yaitu diam.

دواء الغضب بالصمت

Obat marah adalah dengan diam

Hal ini sesuai sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ.

Apabila seorang dari kalian marah, hendaklah ia diam.

Bila diam belum reda marahnya? Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi tips lanjutan dengan sabdanya:

إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ وَهُوَ قَائِمٌ فَلْيَجْلِسْ ، فَإِنْ ذَهَبَ عَنْهُ الْغَضَبُ ، وَإِلَّا فَلْيَضْطَجِعْ.

Apabila seorang dari kalian marah dalam keadaan berdiri, hendaklah ia duduk; apabila amarah telah pergi darinya, (maka itu baik baginya) dan jika belum, hendaklah ia berbaring.

Itulah tips-tips cara menahan marah menurut ajaran Islam. Jadikan diri kita orang yang kuat. Yaitu orang yang mampu menahan amarahnya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لَيْسَ الشَّدِيْدُ بِالصُّرَعَةِ ، إِنَّمَا الشَّدِيْدُ الَّذِيْ يَمْلِكُ نَفْسَهُ عِنْدَ الْغَضَبِ.

Orang yang kuat itu bukanlah yang pandai bergulat, tetapi orang yang kuat ialah orang yang dapat mengendalikan dirinya ketika marah.

Mau jadi orang baik sekaligus kuat? Tahan amarahmu!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *