Harum Tubuh Rasulullah Saw dan Andre Taulani

Posted by
93
views

Saya kaget bercampur geli. Medsos kembali memakan korban. Kali ini menimpa Andre Taulany. Dianggap menghina Nabi Muhammad Saw. Sebelumnya, sang istri sudah dihujat habis-habisan setelah dianggap menghina capres 02.

Di 2 kasus ini sebenarnya mereka berdua hanya “dianggap”. Tapi kalau yang “menganggap” ini sekelompok orang, jadi masalah juga. Tapi kok ya kebetulan yang tersinggung dari kelompok yang sama? Tak taulah, pusing pala barby mikirin itu.

Jadi apakah Andre benar-benar menghina Nabi junjungan ummat Islam? Saya pribadi tak melihat itu. Andre cuma mengomentari kalimat bau harum seribu bunga yang dikaitkan dengan kebun. “Seribu bunga” itu juga bukan kalimat di dalam hadits manapun. Lagian dalam Islam, semua kembali kepada niat. Mens rea itu penting. Halah istilah hukum masuk sini.

Lalu, apakah benar tubuh Rasulullah Saw berbau harum? Mari kita baca beberapa hadits berikut:

و حَدَّثَنِي أَحْمَدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ صَخْرٍ الدَّارِمِيُّ حَدَّثَنَا حَبَّانُ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا ثَابِتٌ عَنْ أَنَسٍ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَزْهَرَ اللَّوْنِ كَأَنَّ عَرَقَهُ اللُّؤْلُؤُ إِذَا مَشَى تَكَفَّأَ وَلَا مَسِسْتُ دِيبَاجَةً وَلَا حَرِيرَةً أَلْيَنَ مِنْ كَفِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا شَمِمْتُ مِسْكَةً وَلَا عَنْبَرَةً أَطْيَبَ مِنْ رَائِحَةِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Rasulullah senantiasa ceria & keringatnya bagai kilau mutiara. Apabila beliau berjalan, maka langkahnya terayun tegap. Sutera yg pernah saya sentuh tak ada yg lebih halus dari pada telapak tangan beliau. Minyak misik & minyak ambar yg pernah saya cium, tak ada yg melebihi semerbak wanginya badan beliau. [HR. Muslim No.4299].

Hadits Muslim 4297

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ حَمَّادِ بْنِ طَلْحَةَ الْقَنَّادُ حَدَّثَنَا أَسْبَاطٌ وَهُوَ ابْنُ نَصْرٍ الْهَمْدَانِيُّ عَنْ سِمَاكٍ عَنْ جَابِرِ بْنِ سَمُرَةَ قَالَ صَلَّيْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَاةَ الْأُولَى ثُمَّ خَرَجَ إِلَى أَهْلِهِ وَخَرَجْتُ مَعَهُ فَاسْتَقْبَلَهُ وِلْدَانٌ فَجَعَلَ يَمْسَحُ خَدَّيْ أَحَدِهِمْ وَاحِدًا وَاحِدًا قَالَ وَأَمَّا أَنَا فَمَسَحَ خَدِّي قَالَ فَوَجَدْتُ لِيَدِهِ بَرْدًا أَوْ رِيحًا كَأَنَّمَا أَخْرَجَهَا مِنْ جُؤْنَةِ عَطَّارٍ

Saya pernah ikut shalat bersama Rasulullah pada shalat zhuhur. Setelah itu beliau keluar untuk menemui istrinya & saya pun turut menyertainya. Kemudian beliau disambut oleh beberapa anak kecil & beliau pun segera mengusap kedua pipi mereka secara bergantian. Jabir berkata; ‘Rasulullah pun mengusap pipi saya & saya merasakan tangan beliau yg dingin & harum seolah-olah baru keluar dari tempat minyak wangi.’ [HR. Muslim No.4297].

و حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا جَعْفَرُ بْنُ سُلَيْمَانَ عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ ح و حَدَّثَنِي زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَاللَّفْظُ لَهُ حَدَّثَنَا هَاشِمٌ يَعْنِي ابْنَ الْقَاسِمِ حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ وَهُوَ ابْنُ الْمُغِيرَةِ عَنْ ثَابِتٍ قَالَ أَنَسٌ مَا شَمَمْتُ عَنْبَرًا قَطُّ وَلَا مِسْكًا وَلَا شَيْئًا أَطْيَبَ مِنْ رِيحِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَلَا مَسِسْتُ شَيْئًا قَطُّ دِيبَاجًا وَلَا حَرِيرًا أَلْيَنَ مَسًّا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Minyak misik & minyak ambar atau sesuatu yg lain yg pernah saya cium, tak ada yg melebihi semerbak wanginya badan beliau. Dan tidaklah saya menyentuh sesuatu, baik berupa sutera atau yg lainnya yg lebih halus dari pada telapak tangan beliau. [HR. Muslim No.4298].

Dari hadits-hadits di atas, nyatalah bahwa memang tubuh Rasulullah Saw berbau harum. Tentu tak salah juga bila ada ungkapan metafor ” aroma seribu bunga”. Tapi kok dibalas Andre dengan ” itu badan apa kebon”? Ya, itu ungkapan satire spontan aja. Saya yakin bang Andre ini juga kaget, begitu sadar, badan yang dimaksud adalah badan Rasulullah Saw.

Dalam Islam, tak ada hukum untuk hal-hal yang tak sengaja, lupa, atau terpaksa.

Rasulullah Saw bersabda:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَـا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلّمَ قَالَ : إِنَّ اللهَ تَـجَاوَزَ لِـيْ عَنْ أُمَّتِيْ الْـخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ. حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَالْبَيْهَقِيُّ وَغَيْرُهُمَـا

“Dari Ibnu ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma bahwa Rasûlullâh Shallallahu alaihi wa sallambersabda, ”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla memaafkan kesalahan (yang tanpa sengaja) dan (kesalahan karena) lupa dari umatku serta kesalahan yang terpaksa dilakukan.” (Hadits Shahih Riwayat Ibnu Mâjah, al-Baihaqi, ad-Dâraquthni, al-Hâkim, Ibnu Hibbân).

Jadi? Jangan baper!

Comments

comments