Gunakan Hadits pada Tempatnya!

Posted by
10
views

Pernahkah Anda  kedatangan tamu yang sangat faham hadits tentang menghormati tamu? Dia datang dengan menyinggung keutamaan menghormati tamu. Seolah menuntut Anda untuk menghormatinya ?

Apakah Anda para istri punya suami yang sangat faham keutamaan suami terhadap istrinya? Bahwa Rasulullah akan menyuruh seorang istri sujud kepada suaminya, seandainya saja sujud kepada makhluk diperbolehkan Alloh?

Pernahkah Anda didatangi peminta-minta sambil mengajari Anda, bahwa ada hak orang miskin dalam setiap rupiah yang Anda miliki?

Pernahkah Ibu Anda menyuruh untuk patuh kepadanya, sambil mengingatkan bahwa sorga di bawah telapak kaki ibu? Bahwa do’a ibu untuk anaknya itu mustajabah?

Pernahkah Anda didakwahi anak perempuan Anda yang tiba-tiba menjadi ahli hadits, bahwa anak gadis menjadi tanggungjawab Anda sepenuhnya  sampai dia menikah?

Kalau Anda menjawab “pernah” satu saja dari pertanyaan-pertanyaan saya di atas, selamat! Anda telah bertemu contoh orang yang “sangat (tidak) tahu diri”.

Membaca hadits tentang adab memang membutuhkan “ketahudirian”.  Hadits-hadits itu harus dibaca oleh seseorang di posisi sebaliknya. Agar hak dan kewajiban dalam pergaulan manusia menjadi seimbang.

Seorang tuan rumah, misalnya, harus membaca hadits tentang keutamaan menghormati tamu, agar dia menjadi tuan rumah yang baik. Bila hadits ini dibaca sang tamu, dia akan bertingkah seenaknya. Akhirnya menjadi tamu yang tidak baik. Hal ini tentu berlaku juga pada contoh yang lainnya. Dan juga situasi yang lain.

Jadi, gunakan hadits pada tempat yang semestinya, agar Anda tahu diri. Dan tidak gagal menjadi “manusia yang baik”.  Karena ukuran Anda baik atau tidak, bukan Anda yang menilai. Tapi orang lain.

Comments

comments