Diantara 4 Madzhab, Manakah Paling Benar?

Posted by
175
views

Pertanyaan ini begitu menohok dan menimbulkan banyak perdebatan. Padahal para ulama itu tak ada satupun yang merasa paling benar. Tak ada satupun yang menyalahkan pendapat ulama lain.

Kalau saja kita sadar betapa dangkal ilmu kita dibanding para ulama itu, niscaya rasa malu akan lebih besar. Sok benar dan sok pinter pasti sirna.

Sayangnya fanatisme madzhab membutakan kita semua. Parahnya diantara kita ada yang “merasa” anti bermadzhab dan “merasa” paling murni islamnya karena mengambil langsung dari Al Qur’an dan Al Hadits, padahal pasti bermadzhab juga.

Lha kalau tak bermadzhab, memangnya kita mampu menafsirkan Al Qur’an sendiri, menyeleksi jutaan hadits sendiri? Apakah punya ilmunya? Belajar dari Rasulullah Saw langsung?  Sebuah hil yang mustahal kata srimulat.

Makanya, semua tetap merujuk kepada hadits-hadits yang sudah dibukukan para ulama ahli hadits terdahulu. Bahkan, tidakkah kita sadar, penyusun kitab-kitab hadits terkemuka itu bermadzhab juga? Imam Al Bukhori, misalnya, adalah salah satu ulama bermadzhab syafi’i. Kenapa begitu? Mereka memang ahli hadits, tapi soal istinbathul hukmi ( mengambil kesimpulan dari dalil) mereka memilih mengikuti salah satu madzhab, karena begitu kompleksnya bidang itu. Apalagi sekelas kita? Sudah merasa malu belum? Mari malu sama-sama.

Jadi, mari kita fanatik ber-Islam. Jangan fanatik bermadzhab!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *