Dampak Berita Hoax

Posted by
7
views

Saya tidak tahu apakah hoax-hoax yang bertebaran diantara kita ini by design atau tidak. Yang jelas, hoax yang dalam literatur fiqh Islam disebut fitnah, derajat dosanya lebih berat daripada pembunuhan.

Celakanya, dengan tak merasa berdosa sedikitpun, hoax justru disebarkan para ” juru dakwah”. Paling mutakhir adalah ustadz S dan TZ. Mereka dengan gagahnya membakar emosi ummat agar menolak RUU P-KS, sekaligus mengganti rezim. Alasannya pemerintah (Jokowi) akan melegalkan zina dengan UU ini.

Sungguh sebuah permainan logika yang melompat-lompat tak masuk akal. Sejak kapan eksekutif membuat undang-undang? Darimana juga mereka mendapat draft RUU yang ngawur itu?

Tapi begitulah kenyataannya. Hoax ini langsung ditelan mentah-mentah oleh massa yang memang anti Jokowi. Tak ada angin pun mereka mencari-cari kesalahan Jokowi, apalagi ada angin ribut lewat. Langsung sambar tanpa cek n ricek sama sekali.

Saya khawatir, penyebaran hoax ini memang disengaja. Kenapa? Walaupun akhirnya malu, minta maaf, bahkan diperkarakan di depan hukum, hoax sudah tersebar. Sedikit atau banyak, ada swing voter di pilpres yang termakan isu ini. Lumayan kan?

Dalam catatan sejarah Islam, fitnah atau hoax menjadi biang keladi pertama, perusak tatanan keislaman yang telah dibangun oleh Nabi Muhammad Saw.

Peristiwa itu adalah terbunuhnya Khalifah Utsman bin Affan, RA.  Di kemudian hari disebut sebagai al-fitnah al-kubra (fitnah besar). Ummat Islam saat itu saling menebar hoax tentang pembunuhan Khalifah Utsman untuk kepentingan politik. Sesuai versi masing-masing.

Akibatnya, terjadilah perpecahan pertama dalam sejarah Islam, yang mengobarkan peperangan antara Ali dan Muawiyah. Akibat berikutnya adalah lahirnya sekte-sekte dalam Islam.

Padahal saat itu Sayyidina Ali RA, sudah memperingatkan ummat Islam agar jangan terprovokasi oleh berita bohong ini. Tapi ya begitu, hoax akan susah dibendung kalau sudah menyebar tanpa ampun.

Perbedaan akibat berita bohong dan fitnah ini lah yang melahirkan perpecahan, konflik, dan saling bunuh di tubuh ummat Islam. Dengan fitnah, perbedaan tak lagi jadi rahmat, namun menjadi pencetus bencana. Hoax mengubah perbedaan menjadi perpecahan.

Akibatnya bagi dunia Islam lebih buruk lagi. Sejak sekitar tahun 41 Hijriyah, berita bohong atas nama Nabi banyak disebarkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Hal ini menyulitkan pengumpulan hadits Nabi, yang merupakan salah satu inti ajaran Islam.

Dari 600 ribu hadis yang dikaji Imam Bukhari, hanya 2.761 hadis yang dipilihnya. Dari 300 ribu yang dikaji Imam Muslim, hanya 4000 yang dipilihnya. Dari 500 ribu yang ditemukan Imam Abu Dawud hanya 4800 yang dipilihnya. Bahkan, dari sekitar satu juta hadits yang dikaji Imam Ahmad bin Hanbal hanya 30 ribu hadis yang dipilihnya.

Dahsyat bukan? Jadi berhati-hatilah dalam menyebar berita. Apalagi bagi pendakwah. Bila tak hati-hati, dakwahmu bukan hanya tak berpahala, tapi mengakibatkan dosa besar fitnah. Bila viral, akan menjadi lautan dosa bagimu. Na’udzubillah!

Comments

comments