Cebong dan Kampret, Kembalilah Jadi Manusia!

18
views

17 April 2019, moment menyambung silaturrahim sesama anak bangsa. Anda yang terpaksa unfriend di dunia maya maupun nyata, segeralah wawuhan. Setelah hari ini, seharusnya kita semua sadar, pilpres hanyalah sebuah kontestasi.

Besok, Anda yang petani tetap petani, pedagang tetap pedagang, buruh tetap buruh. Tetangga yang berlainan pilihan tetap menjadi tetangga Anda.

Terlepas siapa yang menang nanti, tetaplah menjadi manusia. Mahluk sosial yang butuh teman, punya akal dan akhlak. Segera periksa akun medsos Anda. Hapus semua hal yang bisa menimbulkan dosa jariyah di kemudian hari. Add friend teman yang sudah kadung unfriend.

Menjalin kembali tali silaturrahim yang putus membuat lancar rezeki dan panjang umur. Tak percaya? Silahkan dicoba. Sabda Rasullullah SAW berikut ini 100% nyata:

” مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “

“Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”

Walaupun kadang niat baik kita tak mendapatkan tanggapan yang diharapkan, jangan putus asa. Jadilah orang yang ngeyel dalam menyambung silaturrahmi. Diputuskan, sambung lagi. Diputuskan lagi? Sambung lagi.

Sahabat ‘Uqbah bin ‘Amir RA pernah meminta kepada Rasulullah Saw, ilmu tentang amalan yang utama, beliau bersabda:

” صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ “

“Sambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu” (HR Ahmad)

Jadi, menyambung silaturrahmi adalah amalan utama. Memutusnya juga termasuk maksiat utama. Sebagaimana sabda Beliau Saw:

” مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ اللهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوْبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يُدَّخَرُ لَهُ فِي اْلآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ “

“Tidak ada dosa yang Allah swt lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zalim dan memutuskan tali silaturahmi” (HR Tirmidzi)

Orang yang memutuskan tali silaturahmi, amalannya juga tidak akan diterima oleh Alloh Swt. Dari Abu Hurairah ra ia berkata: Aku mendengar Rasulullah saw bersabda:

” إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيْسٍ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَلاَ يُقْبَلُ عَمَلُ قَاطِعِ رَحِمٍ “

“Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jum’at, maka tidak diterima amal ibadah orang yang memutuskan hubungan silaturahmi” (HR Ahmad)

Jadi, ingin tetap menjadi kampret dan cebong atau manusia? Terserah Anda!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *