Carilah Pemimpin Berakhlaq, Tak Cuma Berakal Sehat

6
views

Esensi dari pemilu adalah mencari putra terbaik bangsa, eh malah kayak iklan. Intinya kita mencari pemimpin yang berakhlak. Yang pinter, apalagi cuma berakal sehat, tak cukup.

Mari kita simak beberapa maqalah ulama yang membuat Islam dan bangsa Arab pada masanya, memimpin dunia.

قال الجاحظ :
لا مروءة لكذوب ، ولا ورع لسيئ الخلق .

Jahidh:

Tak ada kehormatan bagi pembohong, dan tidak ada kemulyaan bagi pekerti buruk

وقال جعفر الصادق :
حسن الخلق أحد مراكب الحياة .

Ja’far Asshadiq:

Ahlaq yang baik adalah salah satu pembentuk kehidupan

وقال المهلب بن أبي صفرة :
أدنى أخلاق الشريف كتمان سره، وأعلى أخلاقه نسيان ما أسر إليه .

Mahlab bin Abi Shafrah:

Serendah-rendahnya Ahlaq Nabi yang mulia adalah menyembunyikan keburukannya, dan setinggi-tinggi ahlaqnya adalah melupakan yang berbuat buruk kepadanya.

وقال معروف الرصافي :
«هي الأخلاق تنبت كالنبات … إذا سقيت بماء المكرمات
فكيف تظن بالأبناء خيراً … إذا نشأوا بحضن السافلات»

Makruf Arrashafy:

Ahlaq akan tumbuh seperti tanaman, bila disirami air kemulyaan – Maka bagaimana berharap anak-anak berahlaq baik, bila mereka tumbuh di lingkungan berakhlaq rendah.

وقال حافظ إبراهيم :
«وإذا رزقت خليقة محمودة … فقد اصطفاك مقسِّم الأرزاق»

Hafidz Ibrahim:

Bila engkau diberi ahlaq terpuji – maka sang pemberi rizqi benar-benar telah memilihmu

وقال المتوكل الليثي :
«لا تنه عن خلق وتأتي بمثله … عار عليك إذا فعلت عظيم»

Mutawakkil Allaitsy:

Jangan melarang suatu perbuatan tapi kamu melakukannya, sungguh memalukan bila kau lakukan itu.

وقال أحمد شوقي :
«إنما الأمم الأخلاق ما بقيت … فإن همو ذهبت أخلاقهم ذهبوا»

Keberadaan suatu ummat dikarenakan akhlaqnya, bila hilang akhlaqnya, hilang pula mereka.

فالأمم تضمحل وتندثر إذا ما انعدمت فيها الأخلاق، فساد فيها الكذب والخداع والغش والفساد، حتى ليأتي يوم يصبح فيها الخلوق القوي الأمين غريباً منبوذاً لا يؤخذ له رأي، ولا تسند إليه أمانة، فمن يريد الأمين في بلد عم فيه الفساد وساد فيه الكذوب الخدّاع المنافق؟!

Suatu ummat akan hancur bila tak ada akhlaq yang baik diantara mereka. Maka akan tersebar kebohongan, dusta, dan kerusakan. Sampai tiba di suatu titik dimana akhlaq baik dianggap aneh, terbuang dan tidak populer. Lalu adakah kedamaian di negeri seperti itu?

Jangan sampai firman Alloh Swt berikut terjadi di negara kita:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

Tampak jelas kerusakan di darat dan lautan karena sebab perbuatan manusia, untuk membuat mereka merasakan hasil perbuatan mereka, supaya mereka kembali.

Intisari perkataan mereka cuma satu: akhlaq. Maka carilah pemimpin yang berakhlaq baik, bila kita ingin Indonesia menjadi baldatun yang thoyyibatun dan mendapat ghofur dari robbun. Insya Alloh…

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *