Jangan Mendekat Kepada Tuhan, Sambil Mencaci!

18
views

Apakah Tuhan sejati sudi mendekat kepada pencaci dan pembenci? Apakah Tuhan ummat Islam mengajarkan itu? Pertanyaan dari teman non muslim ini menohok alam bawah sadar saya.

Saya aja heran apalagi mereka. Ada orang berislam tapi penuh kebencian. Yang keluar dari mulutnya selalu membuat orang lain gelisah, terancam, tak aman. Kebencian kepada seseorang, bahkan sekelompok orang, diumbar kemana-mana. Boncabe banget. Bisa kemana-mana.

Itulah kesan yang timbul dari orang Islam. Sekarang. Bila saja tidak ada ulama-ulama, yang benar-benar ulama. Sebutlah KH. Musthofa Bisri, Buya Syafi’i Ma’arif, Prof. Quraisy Syihab. Siapa lagi? Masih banyak. Terutama dari NU dan Muhammadiyah.

Memang di dua ormas terbesar ini ada saja “die harder” politiknya. Tak usah disebutkan. Beberapa nama bahkan sangat populer. Juga senior. Tapi itulah dinamika.

Kita harus sadar, kita semua, muslim Indonesia, adalah etalase wajah Islam dunia. Kitalah role model Islam sesungguhnya. Bagaimana pengaruh Islam pada bangsa yang dari sejarahnya bukan Islam.

Kata islam dan salam mempunyai akar kata yang sama. Damai, selamat. Itu arti harfiahnya. Harusnya kedamaian menjadi ruh yang menjiwai seluruh kehidupan ummat Islam.

جاء في الصحيحين عن أبي موسى رضي الله عنه قال: قالوا: يا رسول الله، أي الإسلام أفضل؟ قال: من سلم المسلمون من لسانه ويده

Dalam Shohihain, dari Abu Musa RA. dia berkata: suatu hari, para sahabat bertanya: Ya Rasulalloh, orang Islam yang bagaimanakah yang paling utama? Beliau bersabda: orang yang menyelamatkan orang Islam di sekitarnya dari lidah dan perbuatannya.

Sebaik-baik muslim adalah yang menunaikan hak-hak saudaranya, menenteramkan, menyejukkan. Merendahkan orang lain dengan perkataan atau perbuatan adalah dosa besar yang membuat sang Khalik murka, yang akan membahayakan semua makhluk tanpa terkecuali.

قال تعالى: ﴿ وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَاناً وَإِثْماً مُّبِيناً ﴾ [الأحزاب 58].

Orang-orang yang menghina orang-orang mukmin tanpa ada kesalahan yang diperbuat, maka dia telah melakukan dosa besar.(Al Ahzab 58)

Lidah memang kecil, tapi akibatnya bisa besar. Bisa kecintaan, nikmat dan rahmat Alloh. Bisa juga kemurkaan.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (من كان يؤمن بالله واليوم الآخر فليقل خيراً أو ليصمت)[2].

Rasululloh Saw bersabda: Barangsiapa beriman kepada Alloh dan hari akhir, maka ucapkanlah yang baik, atau (bila tidak bisa) diamlah.

وعن عقبة بن عامر رضي الله عنه قال: (قلت: يا رسول الله، ما النجاة؟ قال: أمسك عليك لسانك، وليسعك بيتك، وابك على خطيئتك3].

Dari Uqbah bin Amir RA. dia berkata: Aku bertanya kepada Rasululloh, Bagaimana agar kita selamat? Beliau Saw bersabda: Jagalah lidahmu, cukupkanlah rumahmu bagimu (bersyukurlah!) dan tangisilah kesalahanmu (introspeksilah!)

Jalan selamat di dunia dan akhirat adalah saling mencintai, saling mengasihi. Bukan dengan mencaci.

Islam akan jaya dengan kasih sayang dan akhlaq yang tinggi. Bukan dengan caci maki dan cara culas!

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *