Puasa untuk Ibu Menyusui, Qadha atau Fidyah?

Posted by
55
views

Membahas ibu menyusui dalam hal puasa tidak bisa dipisahkan dengan ibu hamil. Para ulama sepakat bahwa wanita hamil dan ibu menyusui bila mengkhawatirkan kesehatan diri mereka, maka hukumnya seperti orang sakit: boleh tidak puasa dan wajib mengganti (qadha) puasanya di kemudian hari.

Yang menjadi masalah dan perbedaan pendapat para ulama ahli fikih adalah bila ibu hamil dan menyusui ini mengkhawatirkan kesehatan anak mereka, padahal mereka sehat dan mampu berpuasa. Ada sebuah kekhawatiran -dikuatkan dengan diagnosa dokter- bahwa bila mereka tetap berpuasa, dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak baik bagi anak dalam kandungan maupun yang disusui.

Nah, dari beberapa pendapat para ulama ahli fikih ini, terangkum menjadi 5 pendapat:

  1. Hanya wajib qadha bagi keduanya, tanpa membayar fidyah, ini pendapat madzhab Hanafi, Ibnu Abi Thalib, Atho’ bin Abi Rabbah, Hasan, Dhahhak, Nakha’i, Zuhari, Rubai’ah, Auza’i, Tsauri, Abu Ubaid, Abu Tsaur, Ibnul Munzir dll.
  2. Hanya wajib membayar fidyah bagi keduanya, tanpa qadha, ini pendapat Ibnu Umar, Ibnu Abbas, Sa’id bin Jubair dll.
  3. Wajib membayar fidyah sekaligus mengqadha, ini pendapat imam Syafi’i, Ahmad, Fauzan Al Fauzan, Khalid Almusyaiqah dll.
  4. Tidak wajib qadha maupun fidyah, ini pendapat Ibnu Hazm.
  5. Dirinci, bagi ibu hamil mengqadha tanpa bayar fidyah, sedang bagi ibu menyusui mengqadha sekaligus membayar fidyah, ini pendapat imam Malik dan Allaits.

Jadi silahkan dipilih mana saja yang Anda yakini, semuanya punya hujjah dan dalil yang sepertinya terlalu panjang untuk dijabarkan disini. Mungkin di lain tulisan akan kita bahas lebih lengkap.

Bila Anda mengikuti alur madzhab sebagian besar ummat Islam Indonesia yang condong kepada pendapat Imam Syafi’i, maka pilihlah pendapat nomor 3. Wallahu A’lam Bisshawab..

Comments

comments